Surat Cinta Penerima MBG Dapur Sehat Dalpenang Sampang

  • 30 Sep 2025 16:48 WIB
  •  Sampang

KBRN, Sampang: Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dalpenang Sampang terus mendapat respons positif dari anak-anak penerima manfaat. Tak hanya menikmati sajian bergizi, mereka juga kerap menyampaikan apresiasi dalam bentuk “surat cinta” yang diselipkan di dalam ompreng makanan untuk pengelola Dapur Sehat.

Petugas SPPI SPPG Dalpenang, Atoullah mengungkapkan bahwa pesan-pesan tersebut beragam, mulai dari komentar soal rasa, permintaan menu favorit, hingga ucapan terima kasih yang menyentuh hati.

“Pesan mereka macam-macam. Ada yang bilang makanannya enak, ada yang minta menu tertentu, bahkan ada yang mengingatkan kami untuk ikut makan juga. Surat-surat itu sangat menyentuh. Suatu hari nanti, kami ingin memajangnya di dinding sebagai penyemangat,” ujar Atoullah, Selasa (30/9/2025).

Beberapa pesan yang diterima mencerminkan kehangatan dan kedekatan emosional antara anak-anak dan tim dapur.“Makasih kak, kami senang. O iya, kakak/mbaknya jangan lupa makan juga ya. Good bye.”tulis pesan tersebut.

“Rating nilai hari ini 10 per 10, suka banget!”tulis yang lain.

Respons positif tersebut tak lepas dari kualitas menu yang disajikan. Berdasarkan pantauan rri.co.id, menu MBG pada hari ini tergolong istimewa dan mewah. Satu tray berisi nasi soto daging kentang, lengkap dengan potongan telur rebus, kubis rebus, dan mie putih. Potongan daging yang disajikan pun berukuran besar dan layak untuk porsi anak-anak. Semua hidangan dikemas dalam wadah anti tumpah yang praktis dan higienis.

Pemilik Dapur Sehat Dalpenang, Devi, menegaskan bahwa variasi menu menjadi perhatian utama dalam pelayanan MBG.

"Hari ini kami sajikan soto daging kentang. Setiap minggu, kami berikan satu menu istimewa. Kemarin kami sajikan nasi kuning lengkap. Kami juga memantau sisa makanan untuk mengetahui menu mana yang paling disukai dan mana yang kurang diminati,” jelas Devi.

Program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga membangun ikatan emosional yang hangat antara penerima dan pelayan gizi. “Surat cinta” yang mereka kirimkan menjadi bukti bahwa perhatian kecil bisa memberi dampak besar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....