Desa Labuhan Bangkalan Wisata Edukasi dan Konservasi Mangrove
- 25 Jul 2025 20:51 WIB
- Sampang
KBRN, Bangkalan: Angin berhembus di pesisir utara kabupaten Bangkalan, ditingkahi kicau aneka burung yang bebas beterbangan dan bertengger di batang-batang bakau yang berayun.
Semburat warna jingga telah muncul di ufuk barat tanda matahari akan segera tenggelam kembali ke peraduan. Suasana syahdu ini menjadi buruan wisatawan yang berkunjung ke Desa Ekowisata dan Konservasi Mangrove Labuhan Sepuluh Bangkalan.
Tidak ada yang mengira ekowisata ini bermula dari kawasan hutan bakau yang mengalami kerusakan parah. Akan tetapi, di tangan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Payung Kuning Desa Wisata Labuhan, Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan hutan mangrove kembali tumbuh dan lebih baik dari sebelumnya.
Ketua Pokdarwis Payung Kuning, Moh. Syahril mengatakan mereka mulai melakukan penanaman mangrove di area desa sisi barat dan sisi timur sejak tahun 2014.
“Tahun 2014 kami tanam cemara laut dan bakau, tidak hanya itu, kami juga mengedukasi masyarakat untuk peduli dan menyadari pentingnya menjaga kelestarian mangrove. Sekarang sudah jauh berbeda, bahkan bisa menjadi tempat ekowisata dan konservasi," ucap Syahril, Jumat (25/7/2025).

Tiga buah tenda wisatawan yang menikmati suasana hutan mangrove Desa Wisata Labuhan (dok.Syahril)
Tidak mengherankan bilamana kawasan ini menjadi ekowisata dan konservasi, hamparan bakau seluas lebih dari 6 hektar dengan status sangat baik berhasil memperbaiki ekosistem pesisir dan menjadi rumah bagi biota laut maupun kawanan burung.
“Wisatawan di sini sering camping untuk menikmati sunrise dan sunset, jadi kami beri penerangan di sekitar bumi perkemahan dan sebagian bakau, tapi tidak semua bagian, hanya sedikit sisi timur yang terang-benderang, sisanya sengaja tanpa lampu agar kawanan burung di sini tidak terusik," ujar Syahril.
Menurut catatan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di kawasan ini di huni lebih dari 32 jenis burung yang termasuk satwa dilindungi. Diantaranya satu jenis burung berstatus terancam punah, tujuh jenis burung berstatus dilindungi dan empat jenis burung endemik. Mulai dari Burung Gajahan Pengala, Trinil Kaki Merah, Trinil Pantai, burung air seperti Cangak Merah, Kuntul Kecil dan masih banyak lagi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....