Istiqomah di Bulan Syawal: Tolak Ukur Diterimanya Puasa Ramadan
- 02 Apr 2026 07:15 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Keberhasilan ibadah Ramadan seseorang tidak dilihat dari kemeriahan perayaan Idul Fitri, melainkan dari konsistensi ibadahnya di bulan Syawal. Hal ini disampaikan oleh Badrut Tamam, penyuluh agama islam KUA Kecamatan Sreseh. Ia menjelaskan bahwa tanda diterimanya amal ibadah (puasa, tarawih, dan sedekah) adalah munculnya keinginan untuk melakukan kebaikan serupa setelah rangkaian ibadah tersebut selesai.
Dirinya memaparkan bahwa jika setelah Ramadan seseorang justru kembali lalai dalam salat fardu atau berhenti membaca Al-Qur'an, maka hal itu menjadi indikator bahwa ibadahnya di bulan suci mungkin belum diterima dengan sempurna.
"Setidaknya kita harus mampu mempertahankan amaliyah yang sudah dibangun selama Ramadan, meskipun tidak bertambah volumenya," ujarnya dalam Mutiara Pagi RRI Sampang pada Kamis, 2 April 2026.
Di penghujung, Badrut mengingatkan tujuan akhir dari puasa sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yaitu menjadi pribadi yang bertakwa (la'allakum tattaqun). Takwa inilah yang menjadi modal utama untuk mendapatkan reward berupa surga Allah yang seluas langit dan bumi.
Ia berharap masyarakat di Kabupaten Sampang dapat mempertahankan semangat spiritualitas Ramadan untuk menghadapi bulan-bulan berikutnya dengan pribadi yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....