Bukan Ledakan Semangat, Allah Lebih Mencintai Amalan yang Konsisten meski Sedikit

  • 01 Mar 2026 21:11 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Banyak umat Muslim merasa gagal saat semangat ibadahnya menurun di pertengahan Ramadan. Namun, menurut Latifatun Nahdliyah, seorang Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sampang menyatakan bahwa rahmat Allah tidak bergantung pada stabilnya perasaan manusia.

Justru di saat seseorang merasa paling lemah dan tidak sempurna, di situlah Allah hadir paling dekat. Ibadah yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara konsisten (dawam), meski jumlahnya sedikit.

Dirinya menjelaskan bahwa menjadi manusiawi berarti memiliki kelemahan, dan merasa lelah saat puasa adalah hal yang wajar. Yang menjadi masalah adalah jika rasa lelah tersebut membuat seseorang berhenti sepenuhnya dari rutinitas ibadah.

“Al-Quran adalah jalan termudah untuk kembali menenangkan hati. Dengan membaca satu atau dua ayat, seorang hamba bisa merasakan kembali getaran keimanan yang sempat memudar akibat rutinitas duniawi,” ungkapnya, Minggu, 1 Maret 2026.

Narasi besar Ramadan adalah tentang transformasi menjadi pribadi yang bertakwa (la’allakum tattaqun). Oleh karena itu, penurunan semangat di fase tengah ini harus dijadikan momentum untuk meminta kekuatan kepada Allah, karena kekuatan ibadah sejatinya bukan berasal dari diri manusia sendiri. Dengan memperbaiki niat dan tetap melangkah meski tidak secepat di awal, diharapkan setiap hamba bisa mencapai fase pembebasan dari api neraka di akhir bulan nanti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....