Keistimewaan Manusia Sebagai Umat Nabi Muhammad

  • 24 Feb 2026 20:14 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Menjadi bagian dari umat Nabi Muhammad adalah sebuah anugerah yang tak terhingga. Begitu besarnya kemuliaan yang Allah berikan kepada kita, hingga dikisahkan bahwa Nabi Adam merasa cemburu (iri dalam kebaikan) terhadap keistimewaan yang dimiliki umat Nabi Muhammad. Hal ini disampaikan Penyuluh KUA Kecamatan Kedundung Sampang, Rudianto, dalam program Semanis Kurma RRI Sampang, Selasa 24 Februari 2026.

“Nabi Adam AS pernah mengungkapkan bahwa Allah SWT memberikan empat kemuliaan kepada umat Muhammad yang tidak diberikan kepadanya. Hal ini menjadi pengingat bagi kita agar tidak menyia-nyiakan status kita sebagai umat akhir zaman, untuk mengikuti sunnah dan segera bertaubat kepada Allah,” tutur Rudianto.

Berikut adalah 4 Alasan Nabi Adam AS "Iri" pada Umat Nabi Muhammad

  1. Kemudahan dalam Bertaubat. Dahulu, Nabi Adam AS harus menempuh perjalanan panjang dan menunggu waktu yang sangat lama hingga Allah menerima taubatnya di Kota Makkah. Namun, bagi umat Nabi Muhammad, pintu taubat terbuka lebar di mana saja tidak harus ke Makkah untuk diampuni; selama taubat itu jujur dan sungguh-sungguh, Allah akan menerimanya. Terlebih di bulan-bulan mulia atau di sepertiga malam, Allah selalu "memanggil" hamba-Nya untuk kembali kepada-Nya.
  2. Aib yang Tetap Terjaga , ketika Nabi Adam melakukan kesalahan di surga, pakaian surganya terlepas dan ia menjadi telanjang sebagai bentuk teguran langsung. Sebaliknya, umat Nabi Muhammad seringkali bermaksiat, namun Allah dengan sifat Al-Sattar (Maha Menutupi) tetap menjaga kehormatan mereka, membiarkan aurat dan aib mereka tertutup sehingga mereka masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri tanpa merasa malu di hadapan manusia.
  3. Tidak Dipisahkan dari Keluarga, akibat kesalahannya, Nabi Adam diturunkan ke bumi dan dipisahkan dari istrinya, Ibunda Hawa, selama ratusan tahun, beliau di India dan Hawa di Jeddah, hingga akhirnya bertemu di Jabal Rahmah. Sementara itu, umat Nabi Muhammad meski berbuat dosa, Allah tidak langsung memisahkan mereka dari orang-orang tercinta.
  4. Jaminan Surga yang Utama Nabi Adam diturunkan dari surga karena satu kesalahan. Namun, umat Nabi Muhammad yang berbuat salah di dunia, jika bertaubat dengan sungguh-sungguh, justru dijanjikan akan dimasukkan ke surga. Bahkan, tidak ada satu pun umat terdahulu yang boleh memasuki surga sebelum Nabi Muhammad dan seluruh umatnya masuk terlebih dahulu.

    Lebih lanjut.

    Rudianto menegaskan bahwa sebagai umat Nabi Muhammad, untuk meneladani dan mengikuti sunnahnya. Selain itu, tidak boleh meremehkan dosa, namun juga tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Oleh karena itu, sebagai umat nabi akhir zaman sudah seyogyanya harus memanfaatkan keistimewaan ini dengan selalu membenahi amalan setiap hari, agar kelak kita layak mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....