Berbagi Takjil: Manifestasi Kesalehan Sosial dan Silaturahmi
- 22 Feb 2026 21:59 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang – Ramadan selalu membawa kehangatan iman dan kebersamaan. Di bulan yang mulia ini, umat Muslim berlomba-lomba memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan menebar kebaikan. Salah satu fenomena indah yang menjadi pemandangan khas Ramadan adalah kegiatan berbagi takjil.
Penyuluh Agama KUA Kecamatan Sampang M. Hasbullah menyampaikan bahwa berbagi takjil adalah bagian dari kesalehan sosial yang dapat mempererat silaturrahmi.
| Baca juga: Berburu Takjil Buka Puasa di Sampang |
“Berbagi takjil merupakan tindak lanjut dari kesalehan individu. Sebelum seseorang memiliki kepekaan sosial, ia harus terlebih dahulu membangun kesalehan vertikal (hablum minallah). Ketika hubungan dengan Allah sudah baik, maka secara otomatis hati akan menjadi peka terhadap kondisi sesama, kesalehan sosial adalah buah dari ibadah yang murni, salah satunya salah satunya dengan sedekah, di bulan Ramadan ramai dengan membagikan takjil,” tutur Hasbullah pada program Semanis Kurma di RRI Sampang, Minggu 22 Februari 2026.
Meskipun takjil terlihat sederhana seperti sepotong kurma maupun segelas air akan tetapi nilainya sangat besar bagi mereka yang berpuasa saat menempuh perjalanan maupun bagi yang membutuhkan. Tidak hanya itu, berbagi takjil juga mengandung nilai silaturrahmi.
| Baca juga: Berbagi Takjil, Jaga Niat dan Ketertiban |
“Keistimewaan kebiasaan berbagi takjil tidak hanya mendapat pahala senilai puasa orang yang menerima makanan, tetapi juga mempunyai nilai silaturrahmi tinggi. Berbagi takjil menjadi momen tepat untuk mempererat silaturahmi, baik antar-anggota komunitas, tetangga, maupun masyarakat umum,” katanya.
“Luruskan niat dan tetap jaga ketertiban, kebaikan tidak boleh menimbulkan kemudaratan. Saat berbagi di jalanan tidak boleh mengganggu pengendara lain atau turun ke tengah jalan yang menyebabkan kemacetan,” ucapnya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....