Tiga Tingkatan Puasa: Upaya Meningkatkan Kualitas Ibadah di Bulan Suci
- 19 Feb 2026 06:32 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Dalam sebuah sesi mutiara pagi pada bulan Ramadhan di RRI Sampang, dipaparkan klasifikasi penting mengenai tingkatan puasa bagi umat Muslim agar ibadah yang dijalankan tidak sia-sia. Tingkatan pertama adalah Shaumul Umum atau puasa orang awam, yang fokusnya terbatas pada menahan perut dari makanan dan minuman serta menjaga kemaluan dari syahwat.
“Meskipun kewajiban secara hukum terpenuhi, puasa di level ini dianggap sebagai tingkat dasar yang masih berisiko terjebak pada sekadar menahan haus dan lapar tanpa esensi batiniah yang kuat,” ucap Amak Namun, Ketua LDNU PCNU Kabupaten Sampang, Kamis, 19 Februari 2026.
Tingkatan kedua yang lebih tinggi adalah Shaumul Khusus atau puasanya orang-orang istimewa. Pada tahap ini, seorang hamba tidak hanya menahan lapar, tetapi juga membentengi seluruh panca indera dan anggota tubuhnya dari perbuatan dosa. Mata dijaga dari pandangan yang tidak baik, lisan dijaga dari fitnah dan membicarakan aib orang lain (ghibah), serta tangan dan kaki dicegah dari melangkah ke tempat kemaksiatan. Inilah puasa yang mulai menyentuh aspek etika dan moralitas seorang mukmin secara menyeluruh.
Level tertinggi yang dipaparkan adalah Shaumul Khususil Khusus atau puasa yang paling istimewa, yakni puasa hati (Saumul Qalbi). Pada tingkatan ini, fokus utamanya adalah membersihkan hati dari segala prasangka buruk, pikiran duniawi yang berlebihan, serta keraguan terhadap ketetapan Allah. Orang yang mencapai tingkat ini senantiasa memfokuskan jiwanya hanya kepada Allah SWT, sehingga setiap detik dalam puasanya menjadi bentuk pengabdian batin yang sangat berkualitas dan penuh dengan ketenangan.
Diakhir terdapat pesan motivasi agar umat Islam di Sampang dan sekitarnya terus berusaha naik kelas dalam menjalankan ibadah puasa. Jangan sampai puasa yang dijalankan hanya menghasilkan rasa lapar tanpa nilai di hadapan Allah karena lalai dalam menjaga hati dan perilaku. Dengan memahami ketiga tingkatan ini, diharapkan para jamaah dapat lebih mawas diri dan menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk membersihkan jiwa dari segala bentuk penyimpangan keimanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....