Presiden Prabowo: Negara Kaya, Rakyat Harus Sejahtera

  • 24 Jun 2026 09:25 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Bangkalan – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghentikan kebocoran kekayaan negara saat menutup Munas-Konbes PBNU di Kampus Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (Insya) Kabupaten Bangkalan. Ia mengaku terkejut melihat besarnya kekayaan nasional yang tidak tinggal di dalam negeri selama 18 bulan memimpin pemerintahan.

BACA JUGA: Presiden Prabowo: NU Penjaga Nasionalisme dan Pendidikan Bangsa

Menurutnya, kebocoran tersebut membuat rakyat tidak merasakan manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi.

“Saya sedih melihat beberapa besar kekayaan kita yang hilang selama ini, saya disumpah untuk menjaga kepentingan bangsa dan rakyat,” ujarnya.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Tutup Munas-Konbes NU di Bangkalan, Kampus Insya Berubah Wajah

Prabowo mencontohkan pembangunan infrastruktur desa. Ia baru saja meresmikan 1.151 kilometer jalan di Kabupaten Sampang dengan anggaran Rp5,4 triliun.

“Jika Rp20 triliun dimanfaatkan secara optimal, maka ribuan jalan, jembatan, dan sekolah bisa segera dibangun untuk rakyat,” ucapnya.

Selain itu, Presiden menyoroti jutaan hektar kebun dan ratusan tambang yang melanggar hukum, termasuk di kawasan hutan lindung. Pemerintah, katanya, bertekad menutup dan menertibkan aktivitas ilegal tersebut.

“Jangan sampai dianggap seolah-olah tidak ada negara,” tegasnya.

Ia juga menyinggung paradoks pertumbuhan ekonomi. Selama tujuh tahun terakhir, Indonesia tumbuh rata-rata 5 persen per tahun, namun rakyat justru semakin miskin.

“Negara tambah kaya, rakyat miskin tambah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan pentingnya pemerintahan yang bersih dari korupsi.

“Pemerintah harus benar-benar menjaga amanah rakyat,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....