Tiga ABK Asal Lajing Bangkalan Masih Tertahan di Selat Hormuz

  • 02 Jun 2026 12:52 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Bangkalan: Tiga anak buah kapal (ABK) asal Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, sudah kurang lebih sebulan tertahan di Selat Hormuz akibat imbas konflik Timur Tengah. Mereka adalah Mashudi Nasir sebagai Juru Mudi, Hariri Samlan sebagai juru masak, dan Muhammad Ahyarama sebagai juru mudi, yang bekerja di kapal kontainer Mediterranean Shipping Company (MSC) Francesca.

Kepala Desa Lajing, Moksin mengungkapkan, ketiga warganya dalam kedaan baik. Namun, ia menyebut komunikasi dengan keluarga sangat terbatas.

“Seminggu sekali mereka hanya dapat jatah telepon satelit lima menit dari kapal, Insya Allah tidak ada masalah, hanya imbas dari situasi di Selat Hormuz,” jelas Moksin.” ujarnya kepada RRI.co.id. Selasa, 2 Juni 2026. Hal ini membuat keluarga cemas karena sulit mendengar kabar langsung dari ketiga ABK.

Desa Lajing dikenal sebagai desa pelaut, dengan sekitar 90 persen laki-lakinya merantau ke dunia pelayaran. Karena itu, setiap ada masalah ABK, warga langsung menghubungi Moksin yang juga mantan pelaut dan agency. Ia bekerja sama dengan pihak imigrasi serta agency di Cirebon untuk mencari solusi.

Keluarga berharap-harap cemas, sementara agency disebut proaktif berupaya mencari jalan keluar.

“Agency-nya tidak diam, mereka bertanggung jawab. Saya paham betul posisi ABK karena pernah mengalami hal serupa,” kata Moksin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....