Menanamkan Bibit Integritas: Mencegah Korupsi Dimulai dari Keluarga

  • 25 Mar 2026 15:48 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Pencegahan korupsi ternyata tidak hanya menjadi tanggung jawab penegak hukum, tetapi harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Hal ini disampaikan oleh Herni Sugiyanti, Penyuluh Anti Korupsi Jawa Timur, yang menyoroti pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, integritas adalah nilai yang tidak terlihat namun bisa dirasakan, dan fondasinya dibangun melalui kebiasaan sehari-hari di rumah.

Dirinya mencontohkan tindakan sederhana yang tanpa sadar bisa menjadi bibit ketidakjujuran, seperti seorang ibu yang meminta anaknya melebihkan nilai tagihan SPP kepada sang ayah. Praktik markup kecil dalam keluarga ini secara perlahan menanamkan pola pikir bahwa memanipulasi data adalah hal biasa.

“Oleh karena itu, kejujuran dalam hal sekecil apa pun, termasuk mengembalikan uang sisa belanja, menjadi pelajaran penting bagi anak sejak dini,” jelasnya dalam dialog SANKSI pada Rabu, 25 Maret 2026.

Dalam dunia kerja, tantangan integritas sering kali muncul dalam bentuk "zona abu-abu", di mana seseorang dihadapkan pada perintah atasan yang menyimpang. Ia menyarankan agar pegawai memiliki keberanian untuk berkomunikasi secara baik dan meminta instruksi tertulis jika merasa sebuah perintah berisiko melanggar aturan. Hal ini penting untuk melindungi diri sendiri di kemudian hari jika terjadi permasalahan hukum.

Terkait faktor penyebab korupsi, Ia mengutip teori "GONE" (Greed, Opportunity, Need, dan Exposure). Keserakahan dan kesempatan sering kali menjadi pemicu utama, didukung oleh penegakan hukum yang terkadang dirasa masih lemah bagi para koruptor. Namun, faktor internal yakni integritas diri tetap menjadi benteng terkuat untuk mengendalikan nafsu dan menolak kesempatan berbuat curang yang ada di depan mata.

Ia pun berpesan kepada warga Sampang dan Jawa Timur untuk berani bersikap jujur. Menghentikan budaya memberi oleh-oleh kepada petugas layanan publik adalah langkah nyata dalam mendukung gerakan anti-korupsi.

“Dengan menjaga integritas di tingkat keluarga, diharapkan generasi mendatang akan tumbuh menjadi pribadi yang menghargai hak orang lain dan berani menolak segala bentuk penyimpangan,” tutupnya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....