Korupsi Bukan Hanya Soal Uang Miliaran

  • 25 Mar 2026 15:39 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Penyuluh Anti Korupsi Provinsi Jawa Timur, Herni Sugiyanti, menekankan bahwa pemahaman masyarakat mengenai korupsi harus diluruskan. Dalam dialog bersama RRI Pro 1 Sampang, ia menjelaskan bahwa korupsi tidak selalu identik dengan tumpukan uang miliaran rupiah, melainkan segala bentuk penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

“Hal sederhana seperti menyerobot antrean dengan memberikan uang tambahan kepada petugas sudah termasuk dalam indikasi tindakan korupsi yang sering tidak disadari,” jelasnya, Rabu, 25 Maret 2026.

Sebagai penyuluh, tugas utama adalah mendampingi dan mengedukasi masyarakat agar mampu mengenali serta mewaspadai modus operandi korupsi di lingkungan sekitar. Edukasi ini menjadi krusial karena banyak praktik koruptif yang berlindung di balik "budaya ketimuran" atau rasa tidak enak.

“Dengan sosialisasi yang masif, diharapkan masyarakat tidak lagi memaklumi tindakan-tindakan yang melanggar integritas meskipun dalam skala kecil,” tutupnya.

Salah satu modus yang paling sering ditemui adalah gratifikasi yang dibungkus sebagai hadiah atau oleh-oleh. Dirinya mengingatkan bahwa pemberian hadiah kepada petugas layanan publik dengan maksud agar urusan dipercepat adalah bentuk suap. Ia menghimbau masyarakat untuk berhenti memberikan "buah tangan" kepada petugas, karena selain melanggar aturan, hal tersebut justru merepotkan petugas yang wajib melaporkan setiap penerimaan gratifikasi kepada KPK.

Sebagai penutup, ia mengajak masyarakat untuk tidak takut melapor jika menemukan indikasi pungutan liar (pungli) atau maladministrasi melalui kanal resmi seperti SPAN Lapor atau hotline KPK. Ia juga menjamin bahwa identitas pelapor dilindungi oleh negara. Integritas harus dimulai dari keberanian untuk jujur dan menolak segala bentuk praktik suap demi menciptakan pelayanan publik yang bersih di Jawa Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....