Abon: Solusi Lauk Praktis Penyelamat Lapar saat Malas Memasak

  • 03 Jul 2026 13:09 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Di tengah padatnya aktivitas harian, menjaga konsistensi untuk selalu memasak di rumah kerap menjadi tantangan tersendiri. Bagi sebagian besar masyarakat, kehadiran makanan siap saji yang tahan lama menjadi penyelamat saat rasa malas melanda atau ketika waktu memasak sangat terbatas. Dari sekian banyak pilihan lauk instan, abon sapi, ayam, maupun ikan tetap menduduki posisi teratas sebagai stok pangan favorit keluarga Indonesia karena sifatnya yang siap santap tanpa perlu proses rumit.

Kepraktisan ini diakui langsung oleh seorang karyawan swasta sekaligus penikmat setia abon, Amanda Putri. Ia mengungkapkan bahwa abon selalu menjadi pahlawan di dapurnya, terutama pada hari-hari kerja yang melelahkan.

"Bagi saya yang sering pulang malam dan sudah terlalu malas untuk menyalakan kompor, abon adalah makanan yang paling praktis. Cukup ambil nasi hangat, taburkan abon di atasnya, makan malam pun sudah beres dan rasanya tetap nikmat. Tidak perlu repot mencuci wajan atau memotong bumbu lagi," Jelas Putri, Jumat 3 Juli 2026.

Meskipun saat ini banyak abon siap saji di pasaran, membuat abon sendiri di rumah sebenarnya tidaklah sulit dan bisa menjamin kualitas bahan yang digunakan. Proses memasaknya dimulai dengan merebus daging hingga empuk, menyuwirnya hingga halus, lalu mengaduknya bersama racikan bumbu halus seperti bawang, ketumbar, dan sedikit santan.

Kunci utama dalam memasak abon yang tahan lama terletak pada proses sangrai atau penggorengan. Daging harus dimasak dengan api sangat kecil dan terus diaduk hingga benar-benar kering dan kehilangan seluruh kadar airnya, karena air adalah pemicu utama tumbuhnya jamur.

“Kebetulan setiap libur saya selalu bikin abon sapi sendiri, untuk stok semisal pulang kerja sudah malas masak atau bosan untuk beli. Jadi tinggal ambil langsung santap,” tambahnya.

Lebih lanjut putri menjelaskan cara menyimpan abon agar awet berhari-hari atau bahkan sampai berbulan-bulan, yakni: pertama, pastikan abon sudah benar-benar dingin dalam suhu ruang sebelum dimasukkan ke wadah. Menyimpan abon yang masih hangat akan memicu kondensasi uap air.

Kedua, gunakan stoples kaca atau plastik yang memiliki seal karet rapat untuk mencegah udara luar masuk. Ketiga, jika dicuci/digoreng dengan minyak, pastikan abon sudah diperas menggunakan kain bersih atau alat peniris spinner hingga sisa minyaknya minimal.

Terakhir, simpan di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jika ingin bertahan hingga lebih dari 1 atau 2 bulan, juga bisa membekukannya di dalam freezer.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....