Menjelajah Sejarah Tteokbokki: Dari Istana Joseon hingga Mendunia

  • 03 Jul 2026 07:30 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Tteokbokki, hidangan khas Korea berupa tepung beras berbentuk bulat batang memanjang yang dimasak dalam balutan bumbu gochujang pedas manis, kini telah menjelma menjadi makanan internasional yang digandrungi di berbagai penjuru dunia. Popularitas jajanan ini meroket seiring dengan meluasnya pengaruh budaya pop Korea yang memperkenalkan gaya hidup serta kuliner khas Negeri Ginseng tersebut ke ranah global.

Meskipun merupakan kuliner asing, rempah-rempah yang digunakan dalam tteokbokki terbilang cukup familiar bagi masyarakat luas, sehingga menjadikannya salah satu makanan yang mudah diterima dan sukses naik kelas dari jajanan pinggir jalan menjadi waralaba makanan besar. Di balik tampilannya yang modern dan menggugah selera, tteokbokki sebenarnya menyimpan sejarah yang sangat panjang.

Dilansir dari Wikipedia, kuliner ini awalnya berasal dari masakan istana Dinasti Joseon bernama gungjung tteokbokki, yang menggunakan kecap asin, daging sapi, serta aneka sayuran dengan cita rasa yang jauh berbeda dari versi pedas saat ini. Jejak sejarahnya bahkan telah tercatat sejak abad ke-15 dalam buku medis Shingnyo Chanyo (1460 M) sebagai salah satu makanan untuk penyembuhan.

Setelah Perang Korea, hidangan ini mulai bertransformasi di kawasan Sindang-dong, Seoul, melalui kios-kios kecil yang mulai mempopulerkan tambahan bumbu cabai hingga menciptakan cita rasa tteokbokki modern. Demam kuliner Korea ini pun nyatanya telah merambah hingga ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk ke Kabupaten Sampang, Madura.

Siti Mukhlisoh, seorang warga asli Sampang, membagikan pengalamannya setelah mencoba hidangan kenyal tersebut yang menurutnya cukup unik dan cita rasanya sangat berbeda dengan cita rasa nusantara.

"Kalau aku pribadi sih kagum banget sama cita rasa tteokbokki ini, perpaduan pedas dan manisnya pas, ditambah tekstur kuenya yang sangat kenyal dan unik. Tapi ku rasa gak semua orang bakal cocok sama rasanya, terutama bagi orang yang belum terbiasa sama rasa autentik saus fermentasi khas Koreanya,” ucapnya, Kamis, 2 Juli 2026.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana tteokbokki berhasil menjadi jembatan budaya yang menarik melalui dunia kuliner. Fleksibilitas rasa dan nilai sejarahnya yang kaya terbukti mampu menarik minat penikmat kuliner lintas negara. Walaupun preferensi rasanya kembali lagi pada selera personal masing-masing individu, sebagaimana yang dirasakan oleh sebagian warga lokal, tteokbokki tetap kokoh berdiri sebagai salah satu ikon kuliner global yang paling sukses saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....