Nasi Pecel Daun Jati Ikon Kuliner Khas Madiun
- 25 Des 2025 12:08 WIB
- Sampang
KBRN, Madiun: Nasi daun jati atau dikenal sebagai nasi pecel daun jati merupakan salah satu kuliner tradisional khas masyarakat Madiun yang hingga kini masih bertahan dan diminati berbagai kalangan. Keunikan hidangan ini terletak pada aroma khas daun jati yang meresap ke dalam nasi, memberikan sensasi berbeda dibanding pecel biasa yang umumnya menggunakan daun pisang.
Kuliner ini terdiri dari nasi putih hangat yang dibungkus daun jati, dilengkapi sayuran rebus seperti bayam, kacang panjang, tauge, daun singkong, kangkung, dan kemangi. Sambal kacang pedas buatan sendiri menjadi pelengkap utama, ditambah lauk sederhana seperti tempe mendoan, rempeyek, gorengan rimbil, empal, telur, atau lele.
BACA JUGA: Tren Fashion Y2K CORTIS Digemari Anak Muda Indonesia
Popularitas nasi pecel daun jati tidak hanya di Madiun, tetapi juga di Blora dan Surabaya. Di Madiun, warung milik Nur Kholis yang berdiri sejak 2017 mampu menjual hingga 200 porsi per hari, melanjutkan tradisi turun-temurun dari keluarganya.
“Resep ini saya warisi dari nenek. Aroma daun jati membuat nasi lebih sedap dan banyak pelanggan yang bilang rasanya berbeda dengan pecel biasa,” ujar Nur Kholis, penjual nasi pecel daun jati di Desa Bader, Kecamatan Dolopo. Kamis (25/12/2025)
Penjual legendaris seperti Mbah Simah di Dusun Saur, Desa Candimulyo, juga dikenal menjaga resep asli dengan warung yang buka pagi hari pukul 05.00–07.00 WIB.
“Sejak dulu kami pakai daun jati, bukan daun pisang. Itu yang bikin pecel Madiun punya ciri khas sendiri,” kata Mbah Simah.
Harga yang terjangkau, sekitar Rp5.000 per porsi, menjadikan kuliner ini favorit masyarakat untuk sarapan. Selain sebagai sajian bergizi, nasi pecel daun jati juga mencerminkan budaya pesisir Madiun yang selaras dengan alam.
Dengan keunikan aroma daun jati, tradisi turun-temurun, dan daya tarik visual yang sering dipublikasikan di media sosial, nasi pecel daun jati berpotensi besar menjadi ikon wisata kuliner yang melestarikan warisan budaya Madiun.
*) Penulis: Pradiasyah Ayu Mahasiswa Fisib UTM
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....