Kurangi Kecanduan, Terapkan Zona Bebas Gawai di Rumah
- 04 Jul 2026 13:56 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Psikolog Zamzami menjelaskan bahwa berdasarkan ketentuan American Psychological Association (APA), anak usia 4-6 tahun diperbolehkan menggunakan gawai maksimal 2 jam per hari hanya dalam konteks pembelajaran digital yang positif.
- Konten media sosial umumnya ditujukan untuk konsumsi usia dewasa dan remaja akhir, sehingga tidak sesuai dengan tahapan perkembangan anak usia dini yang memerlukan panduan khusus.
- Penerapan zona bebas gadget di rumah pada waktu tertentu dengan seluruh anggota keluarga termasuk orang tua meletakkan gawai mereka efektif menciptakan quality time dan mengurangi ketergantungan teknologi.
RRI.CO.ID, Sampang - Penggunaan gawai berlebihan sangat tidak disarankan bagi anak usia dini karena dinilai dapat mengganggu proses perkembangan kognitif mereka. Konten yang beredar di media sosial umumnya ditujukan untuk konsumsi usia dewasa dan remaja akhir, sehingga sangat tidak sesuai dengan tahapan perkembangan anak.
Psikolog sekaligus akademisi, Zamzami, menjelaskan bahwa berdasarkan ketentuan American Psychological Association (APA), anak usia 4 sampai 6 tahun sebenarnya diperbolehkan menggunakan gawai atau gadget maksimal 2 jam per hari. Namun, durasi tersebut hanya berlaku dalam konteks pembelajaran digital yang positif.
"Konten di medsos lebih kepada usia dewasa. Ini sangat tidak sesuai dengan tahapan perkembangan anak usia dini dan remaja awal," tutur Zamzami Sabtu 4 Juli 2026
Gawai dapat menjadi media belajar yang efektif untuk anak-anak, seperti belajar mewarnai, mencampur warna, hingga melatih pelafalan bahasa Inggris karena karakteristik anak yang mudah meniru. Meski demikian, pembatasan ketat harus tetap dilakukan, terutama untuk akses ke media sosial.
“Penggunaannya tetap harus dalam pengawasan orang tua dengan konsep authoritative parenting atau pola asuh yang tegas namun tetap hangat. Orang tua harus mampu memegang kendali sebagai pembuat keputusan di rumah dan tidak boleh kalah ketika anak menunjukkan perilaku tantrum saat gawai mereka dibatasi. Jika orang tua selalu mengalah, anak akan belajar bahwa mengamuk adalah cara ampuh untuk mendapatkan apa yang diinginkan,” tambahnya.
Dalam menerapkan pola asuh yang positif, orang tua juga diwajibkan menjadi role model atau contoh yang baik bagi anak-anak mereka. Tantangan terbesar saat ini justru banyak orang tua yang juga mengalami kecanduan gawai. Oleh karena itu, konsistensi dalam menerapkan aturan di rumah menjadi kunci utama keberhasilan pembatasan ini.
“Sebagai langkah konkret, setiap keluarga bisa mulai menerapkan zona bebas gadget di dalam rumah. Pada waktu-waktu tertentu, seluruh anggota keluarga termasuk orang tua harus meletakkan gawai mereka. Langkah ini efektif untuk menciptakan waktu berkualitas atau quality time saat berkumpul bersama keluarga tanpa adanya gangguan teknologi digital,” tegasnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....