'Silent Killer', Kenali Gejala Awal Kanker Serviks yang Kerap Diabaikan

  • 29 Jun 2026 20:47 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Kanker serviks atau kanker leher rahim menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh kaum wanita. Penyakit ini kerap dijuluki sebagai “silent killer” karena pada fase atau stadium awal, keberadaannya sering kali tidak menimbulkan gejala sama sekali.

Saat ini Puskesmas Banyuanyar sedang memberikan layanan skrining kanker serviks secara gratis pada masyarakat. Dokter Puskesmas Banyuayar dr. Farmarida Dika Rufaida menjelaskan bahwa sifatnya yang tersembunyi membuat banyak wanita baru menyadari kondisi tersebut setelah memasuki stadium lanjut. Pada fase inilah, berbagai gejala klinis baru mulai bermunculan dan dirasakan oleh pasien.

"Kenapa ini disebut silent killer? Karena awalnya memang tidak bergejala. Pada fase awal atau stadium awal itu, dia tidak menimbulkan gejala. Namun, apabila tidak dideteksi secara dini melalui screening, itu akan menyebabkan menjadi stadium lanjut," tutur dr. Rida, Senin 29 Juni 2026.

Ia menambahkan, salah satu gejala yang paling umum terjadi pada stadium lanjut adalah munculnya perdarahan yang tidak normal. Perdarahan ini biasanya keluar di luar siklus menstruasi atau terjadi setelah melakukan hubungan intim suami istri. Selain itu, pasien juga kerap mengeluhkan nyeri di bagian pinggang.

"Perdarahan yang tidak normal ini bisa keluar saat melakukan hubungan suami istri. Hubungan intim itu akan terjadi perdarahan, atau perdarahan itu bisa keluar di luar siklus menstruasi. Ada juga nyeri pinggang. Kalau nyeri pinggangnya itu bukan karena jatuh atau penyakit saluran kemih, itu bisa dicurigai ada masalah di bagian reproduksinya," jelasnya lebih lanjut.

Mengingat gejalanya yang sulit dikenali di awal, dr.Rida menekankan bahwa pemeriksaan dini atau screening adalah kunci utama dalam pencegahan dan penyembuhan kanker serviks. Jika ditemukan sejak dini, tingkat keberhasilan sembuh total akan jauh lebih tinggi.

"Virus ini sebenarnya masuk ke dalam tubuh dan semua orang bisa terkena. Tapi apakah itu tipe risiko rendah atau tinggi? Kenapa screening ini penting? Karena untuk mendeteksi di awal. Gejala belum muncul, tapi kita bisa tahu apakah saat ini kita terinfeksi atau terpapar virus ini atau tidak. Makanya kita perlu dilakukan screening HPV DNA," tambahnya.

Oleh karena itu, disarankan pada kaum wanita, untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan lanjutan ke tenaga medis, baik bidan maupun dokter, demi mengantisipasi bahaya laten dari kanker serviks.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....