Satu Balita Meninggal Akibat Campak di Bangkalan
- 27 Agt 2025 11:06 WIB
- Sampang
KBRN, Bangkalan: Lonjakan kasus campak di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, memakan korban jiwa. Seorang balita dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi campak yang dideritanya, berupa pneumonia dan infeksi paru-paru.
Dokter Spesialis Anak RSUD Syamrabu Bangkalan, dr. Mega Malynda, menyampaikan bahwa kasus campak tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Mulai Januari sampai Agustus 2025 ini, kami mencatat 275 pasien campak. Satu pasien meninggal karena komplikasi pneumonia dan infeksi paru-paru,” ujarnya saat ditemui di RSUD Syamrabu, Rabu (27/8/2025).
BACA JUGA: Kasus Campak di RSUD Syamrabu Bangkalan Meningkat
Dari total kasus tersebut, 17 pasien masih dirawat di ruang isolasi dengan masa rawat rata-rata 3 hingga 7 hari. Mayoritas pasien merupakan balita di bawah usia lima tahun, dan sebagian besar berasal dari Kecamatan Geger.
Gejala awal yang dialami pasien umumnya berupa demam tinggi, diikuti ruam merah yang muncul pada hari ketiga atau keempat, dimulai dari belakang telinga dan wajah, lalu menyebar ke seluruh tubuh.
“Biasanya juga disertai batuk, pilek, diare, dan mata merah. Ada beberapa yang mengalami dehidrasi dan pneumonia, tapi tidak banyak,” jelas dr. Mega.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar pasien belum mendapatkan imunisasi campak.
“Kebanyakan belum diimunisasi. Imunisasi campak seharusnya diberikan saat anak berusia sembilan bulan,” tegasnya.
BACA JUGA: Dinkes Bangkalan Gencarkan Vaksinasi Campak
RSUD Syamrabu kini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten untuk menggelar vaksinasi campak di wilayah terdampak, meniru langkah yang telah dilakukan di Kabupaten Sumenep.
“Kalau sudah ada suspek di satu desa, tim dari puskesmas dan Dinkes langsung turun ke lapangan membawa vaksin dan vitamin. Masyarakat sekarang lebih mudah diajak vaksin karena sudah paham risikonya,” ujar dr. Mega.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....