Tiga Perubahan pada Tubuh saat Mulai Diet Nasi
- 12 Jul 2025 19:09 WIB
- Sampang
KBRN, Sampang: Nasi merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia, hingga adanya kalimat “belum makan namanya, jika tidak makan nasi”. Hal ini lah yang menjadi tantangan terbesar bagi sebagian orang yang mencoba untuk mulai program diet khususnya diet nasi.
Setiap hari proses metabolisme tubuh menghasilkan energi yang sangat diperlukan untuk aktivitas sehari-hari dan berbagai fungsi dalam tubuh. biasanya, energi didapat dari glukosa yang bersumber dari makanan berkarbohidrat contohnya nasi.
Saat menjalani diet nasi, sebagian orang akan berusaha untuk mengurangi atau bahkan tidak makan nasi sama sekali. Sebagai gantinya harus memenuhi karbohidrat dari makanan lain seperti sayuran yang tinggi karbo atau jenis karbohidrat kompleks.
Berikut tiga perubahan pada tubuh saat memulai diet nasi dilansir dari hellosehat.com
1. Peningkatan konsentrasi dan tenaga
Mengurangi konsumsi karbohidrat dalam waktu yang lama mendorong tubuh untuk beradaptasi menggunakan lemak sebagai sumber energi. Mengurangi sumber energi yang lebih mudah untuk dipecah seperti karbohidrat akan dapat membantu tubuh untuk mengatur sumber energi yang lebih efisien.
Ketika kekurangan glukosa, otak juga mulai beradaptasi untuk menggunakan sumber energi lain seperti senyawa keton untuk mengganti karbohidrat.
2. Berat badan menurun
Tubuh yang kekurangan karbohidrat akan lebih mudah mengalami penurunan berat bedan karena tubuh memecah lemak. Hal tersebut terjadi jika ketosis berlangsung dalam beberapa minggu dan bertahan lama ataupun sebentar.
Hal ini tergantung pada seberapa cepat tubuh berhenti menggunakan lemak sebagai bahan energi dan menyimpan cadangan makanan kembali.
3. Nafsu makan akan menurun
Apabila kondisi ketosis dipicu oleh konsumsi karbohidrat yang lebih sedikit, maka nafsu makan akan menurun. Penurunan konsumsi sumber makanan karbohidrat dapat menimbulkan perubahan hormon pengatur rasa lapar.
Sebagai gantinya, lebih banyak mengkonsumsi makanan sumber protein, sayuran dan buah. Senyawa keton yang dihasilkan saat mengalami ketosis juga mempengaruhi otak dalam merespon rasa lapar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....