Menkes Tinjau Sampang, Serukan Skrining Kusta

  • 08 Jul 2025 13:29 WIB
  •  Sampang

KBRN, Sampang: Kunjungan kerja Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, ke Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (8/7/2025), menjadi tonggak penting dalam upaya percepatan pengendalian penyakit kusta di daerah dengan angka prevalensi tinggi.

Kehadiran Menkes disambut hangat oleh Bupati Sampang, Slamet Junaidi, di Pendopo Trunojoyo, dan dilanjutkan dialog intensif bersama tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas se-Kabupaten Sampang.

Dalam arahannya, Menkes Budi Gunadi menekankan pentingnya deteksi dini sebagai strategi utama untuk menekan angka penularan.

Ia menjelaskan bahwa penyakit kusta bukanlah momok yang menakutkan bila ditangani sejak awal.

"Kusta sangat bisa disembuhkan. Setelah satu bulan pengobatan, pasien sudah tidak menularkan lagi. Tapi kuncinya adalah deteksi dini dan kepatuhan minum obat," ujar Menkes Budi.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya petugas kesehatan, tokoh masyarakat, dan keluarga penderita, untuk tidak menjauhi para pasien, karena dengan pengobatan yang tepat, penyakit ini tidak lagi berbahaya bagi sekitar.

“Jangan ada diskriminasi. Yang kita perangi itu penyakitnya, bukan orangnya,” katanya.

Sementara, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sampang, Dwi Herlinda Lusi Harini, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan skrining aktif dan memberikan pengobatan menyeluruh, khususnya bagi penderita yang teridentifikasi secara dini.

“Kami mencatat prevalensi kusta sempat turun dari 4,81 persen pada 2014 menjadi 1,91 persen di 2021. Tapi tahun 2024 naik lagi ke angka 2,27 persen,” jelas Lusi.

Menurutnya, penemuan 85 kasus baru di tahun 2025, termasuk dua anak-anak, harus menjadi alarm bagi semua pihak untuk bertindak lebih cepat.

Bupati Sampang, Slamet Junaidi menyampaikan bahwa tantangan penanggulangan kusta di daerahnya masih cukup berat. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program eliminasi penyakit ini.

“Sampang masih tergolong tinggi dalam kasus kusta, yaitu 2–3 orang per 1.000 penduduk. Kita harus lebih disiplin dan bekerja kolaboratif,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....