Bupati Targetkan Sampang Bebas Kusta Sebelum 2029
- 08 Jul 2025 13:38 WIB
- Sampang
KBRN, Sampang: Pemerintah Kabupaten Sampang menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas penyakit kusta.
Hal ini terlihat dari sambutan Bupati Sampang Slamet Junaidi dan Wakil Bupati Ahmad Mahfudz atas kedatangan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, di Pendopo Trunojoyo, Selasa (8/7/2025).
Kunjungan kerja Menkes Budi ke Sampang menjadi bagian dari agenda nasional dalam mempercepat eliminasi kusta, khususnya di daerah-daerah dengan kasus aktif yang masih tinggi. Kabupaten Sampang saat ini mencatat lebih dari 85 kasus baru yang tengah ditangani secara intensif.
Bupati Slamet Junaidi menyatakan bahwa penanganan kusta menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Sampang. Ia memastikan seluruh pengobatan untuk penderita kusta diberikan secara gratis tanpa syarat yang memberatkan masyarakat.
"Pengobatan untuk warga Sampang wajib gratis. Tidak hanya di RSUD dan puskesmas di Sampang, tapi juga di fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia, asal punya KTP Sampang," ucapnya.
Tidak berhenti di situ, Slamet Junaidi menyampaikan bahwa pihaknya telah menyusun langkah-langkah strategis bersama Kementerian Kesehatan untuk mempercepat target eliminasi.
“Kalau pemerintah pusat menargetkan eliminasi kusta 2030, saya yakin Sampang bisa selesai 2029. Ini bukan janji politik, ini komitmen. Saya akan pastikan semua camat dan tenaga kesehatan terlibat penuh,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu takut pada penderita kusta. Ia menjelaskan bahwa penyakit ini tidak mudah menular, bahkan jauh lebih rendah risikonya dibandingkan TBC atau COVID-19.
"Penyakit ini bukan kutukan dan tidak langsung menular. Penularannya lebih sulit dibanding penyakit menular lainnya," kata Budi Gunadi.
Menkes juga mengedukasi masyarakat untuk mengenali gejala awal kusta, yang biasanya ditandai dengan bercak putih, merah, atau ungu di kulit yang mati rasa jika disentuh.
“Kalau ditemukan cepat, cukup dengan obat MDT, dan dalam sebulan saja penularannya berhenti,” jelasnya.
Lebih lanjut, Budi menekankan pentingnya perlindungan bagi lingkungan sekitar penderita. Ia menjelaskan bahwa keluarga serumah dapat diberikan pengobatan pencegahan satu kali minum, yang dikenal sebagai PEC.
“Cukup satu dosis, selesai. Tidak perlu takut, tidak perlu dijauhi,” katanya.
Dengan kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah, serta edukasi menyeluruh ke masyarakat, Kabupaten Sampang optimis bisa keluar dari zona merah penyakit kusta lebih cepat dari yang ditargetkan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....