SMA Negeri 2 Sampang Kendalikan Gadget dengan Kotak Putih

  • 16 Apr 2026 08:55 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - SMA Negeri 2 Sampang, Jawa Timur, mengambil langkah inovatif dalam menanggapi kebijakan provinsi terkait pengendalian penggunaan perangkat digital di sekolah. Alih-alih melarang, pihak sekolah memilih untuk membatasi penggunaan gadget agar tetap mendukung pembelajaran tanpa mengganggu fokus siswa.

Kepala Sekolah, Dimas Bayu Perdana Putra, menjelaskan bahwa kebijakan ini lahir dari fenomena schooling but not learning, di mana siswa hadir di kelas tetapi tidak benar-benar belajar. Distraksi dari ponsel, cyberbullying, hingga konten negatif menjadi alasan utama pembatasan dilakukan.

“Sebagai solusi praktis, sekolah menyediakan kotak putih transparan untuk menitipkan ponsel siswa. Kotak ini dikumpulkan di awal jam pelajaran dan hanya boleh dibuka jika guru memberikan instruksi untuk kegiatan berbasis digital, seperti kuis online, presentasi dengan Canva, atau pembelajaran multimedia,” ujarnaya. Kamis, 16 April 2026.

Ia menambahkan meski demikian, akses hiburan, game, serta perekaman foto dan video tanpa izin dilarang keras. Kebijakan ini bertujuan menjaga etika sekaligus mencegah penyalahgunaan teknologi di lingkungan sekolah.

“Untuk menyeimbangkan kebutuhan teknologi dengan interaksi sosial, sekolah menghadirkan permainan tradisional saat jam istirahat. Gobak sodor, benteng, kelereng, hingga tongkat pramuka dimainkan bergantian, menciptakan suasana kebersamaan yang sehat. Siswa yang sebelumnya sibuk dengan gadget kini antusias mengikuti permainan itu,” ucapnya.

Selain itu, sekolah juga memanfaatkan fasilitas TV pintar dari pemerintah untuk menyiarkan kuis dan pembelajaran interaktif. Dengan cara ini, teknologi tetap digunakan secara positif tanpa mengganggu fokus belajar.

Kebijakan pembatasan gadget di SMA Negeri 2 Sampang ini menjadi contoh bagaimana sekolah dapat mengarahkan penggunaan teknologi ke jalur yang benar, sekaligus menjaga nilai sosial dan budaya. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadi model bagi sekolah lain di Jawa Timur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....