Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bangkalan: Bupati Komitmen Sempurnakan Pelayan
- 24 Feb 2026 21:56 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Bangkalan - Pemerintah Kabupaten Bangkalan menggelar tasyakuran dan refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati di Pendopo Agung Bangkalan, Senin 23 Februari 2026. Momentum ini menjadi evaluasi sekaligus penguatan komitmen untuk membangun Bangkalan ke arah yang lebih baik.
Dalam sambutannya, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa memajukan daerah merupakan kewajiban mutlak bagi dirinya bersama Wakil Bupati, Moch. Fauzan Ja’far, sejak hari pertama menjabat.
“Menjadi kewajiban kami untuk terus berupaya memajukan Bangkalan. Satu tahun perjalanan ini tentu belum sempurna. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi bersama, menyempurnakan apa yang masih kurang,” ujar Lukman.
Secara terbuka, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika pelayanan pemerintah daerah selama setahun terakhir dirasa belum maksimal. Ia menjelaskan bahwa keterbatasan porsi anggaran daerah menjadi salah satu tantangan utama dalam merealisasikan berbagai program secara serentak.
“Kami menyadari masih ada kekurangan dalam pelayanan. Salah satu faktornya adalah keterbatasan anggaran. Namun, kami pastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil tetap diarahkan sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Bangkalan, Moch. Fauzan Ja’far menekankan pentingnya kritik dan saran dari warga sebagai perbaikan birokrasi.
“Kami menerima seluruh masukan dan kritikan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi ke depan. Kami membutuhkan doa dan dukungan agar upaya pembenahan pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal,” ungkap Fauzan.
Kegiatan yang dirangkai dalam suasana Safari Ramadhan ini menjadi momentum refleksi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan berorientasi pada rakyat. Sebagai bentuk kepedulian sosial, acara ditutup dengan penyerahan santunan oleh Bupati dan Wakil Bupati kepada anak-anak yatim dan kurang mampu di wilayah tersebut.