Kebiasaan Menyediakan Hidangan khas Timur Tengah usai Pulang Haji
- 22 Jun 2026 05:52 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID,Sampang- Kurma, kacang arab dan kismis menjadi hidangan wajib yang paling sering disajikan oleh keluarga jemaah untuk menyambut para tamu yang datang bersilaturahmi (asajare) ke rumah orang yang baru pulang melaksanakan ibadah haji.
Tradisi menyuguhkan kudapan khas Timur Tengah ini sudah melekat kuat dalam budaya masyarakat Indonesia sebagai simbol rasa syukur. Ketika menginjakkan kaki di rumah jemaah, para tamu akan langsung disambut dengan aroma khas dan deretan piring kecil berisi aneka camilan autentik tanah suci.
Di antara deretan sajian tersebut, kurma selalu menjadi primadona utama yang wajib ada .Kehadiran buah kering ini tidak hanya sekadar pengganjal perut, melainkan juga bentuk berbagi berkah tanah suci kepada sanak saudara dan tetangga yang datang berkunjung.
Selain kurma, variasi rasa gurih dihadirkan melalui aneka kacang-kacangan khas jazirah Arab yang terkenal renyah. Kacang arab (chickpeas) panggang dengan warna putih kekuningan menjadi camilan paling populer karena teksturnya yang garing dan rasanya yang gurih alami.
Tidak jarang, tuan rumah juga menyuguhkan kacang pistachio yang memiliki cangkang unik setengah terbuka dan kacang almond utuh yang kaya akan nutrisi sebagai pelengkap obrolan hangat.
Untuk memanjakan lidah anak-anak dan pencinta rasa manis, cokelat kerikil dan kismis kuning tidak pernah absen dari piring saji. Cokelat susu yang dibentuk dan diwarnai persis seperti batu kerikil kecil warna-warni ini selalu sukses menarik perhatian karena tampilannya yang unik dan rasanya yang manis.
Sementara itu, kismis kuning yang bertekstur kenyal memberikan sensasi rasa asam-manis segar yang efektif menghilangkan rasa enek setelah mencicipi aneka hidangan lainnya.
Semua camilan khas tersebut terasa kurang lengkap tanpa kehadiran air zamzam segar yang dituangkan ke dalam cangkir-cangkir mini bernuansa emas atau perak. Kombinasi meneguk air zamzam dan mengunyah kurma di tengah obrolan tentang kisah perjalanan spiritual di Makkah dan Madinah menciptakan suasana kebersamaan yang sangat hangat. Tradisi suguhan ini pun menjadi penawar rindu sekaligus doa bersama agar para tamu yang hadir bisa segera menyusul jejak jemaah untuk menunaikan ibadah haji.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....