Jalal, Jemaah Haji Sampang Gendong 15 Boneka Unta dari Madinah untuk Cucu

  • 20 Jun 2026 11:52 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Ada pemandangan unik sekaligus menyentuh hati di tengah kepulangan Jemaah Haji Kloter 67 asal Kabupaten Sampang di Pendopo Trunojoyo, Jumat 19 Juni 2026. Jika biasanya jemaah haji sibuk menjinjing tas koper atau air zam-zam, tidak demikian dengan Ahmad Jalal Sungkono.

Pria paruh baya asal Kecamatan Sokobanah ini sukses mencuri perhatian publik karena penampilannya yang tak biasa, kakek periang ini menggendong di kanan dan kiri bahu untaian 15 boneka unta sejak di Bandara Madinah hingga tiba di kampung halamannya di Bumi Bahari, Sampang. Untaian sembilan unta di gendong di bahu kanan, untaian sisanya berisi enam boneka unta di bahu kiri.

Dibalik aksi uniknya yang mengundang senyum, ternyata ada perjuangan dan kasih sayang luar biasa dari seorang kakek. Jalal bercerita bahwa boneka-boneka tersebut merupakan pesanan khusus dari keluarga di rumah.

"Di tanah air, banyak ponakan dan cucu yang telepon. Katanya, 'Titip oleh-oleh unta saja, tidak usah oleh-oleh yang lain,'" tutur Jalal dengan wajah berbinar dan penuh senyum.

Menuruti permintaan tersebut, Jalal pun berburu ke Pasar Kakiyah di Makkah. Ia membeli boneka-boneka menggemaskan itu seharga 25 Riyal untuk ukuran kecil, dan 35 Riyal untuk ukuran besar.

"Waktu di pasar Kakiyah, ternyata banyak yang telpon, semua juga minta dibawakan boneka unta," katanya sembari tertawa lebar.

Namun, kendala sempat menghadang saat ia berada di Bandara Jeddah. Petugas bandara melarang Jalal membawa boneka-boneka tersebut yang dibungkus plastik. Tak kehilangan akal, muncullah ide cerdik dari Jalal. Spontan Jalal merangkai dan mengalungkan seluruh boneka itu ke lehernya.

"Awalnya di kresek tidak diizinkan petugas bandara. Tapi pas saya kalungkan, ternyata tidak dilarang. Ya sudah, begini saja!" ujar Jalal.

Tak Kenal Lelah Sepanjang Perjalanan di Pesawat

Selama belasan jam penerbangan, Jalal tetap setia mengenakan "kalung unta" raksasanya. Sebagian boneka ia letakkan di kompartemen bagasi di atas tempat duduk, namun sebagian besar tetap melekat di badannya.

Bagi orang lain, membawa beban belasan boneka tebal tentu terasa merepotkan dan menguras tenaga. Namun bagi Jalal, rasa lelah itu kalah oleh rasa cinta kepada keluarganya.

"Saya tidak apa-apa bawa begini saja, yang penting tidak diambil petugas," ucapnya.

Sepanjang perjalanan hingga tiba di Sampang, tidak tampak gurat lelah atau kerepotan di wajah Jalal. Ia terus berjalan dengan riang dan senyum yang tak pernah luntur, membayangkan binar bahagia di mata cucu dan keponakannya saat menerima oleh-oleh tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....