Tasyakuran Jemaah Haji Bangkalan: Merajut Syukur di Tanah Suci

  • 05 Jun 2026 21:47 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID - Mekkah - Setelah magrib, Kamis 4 Juni 2026, suasana Fad’am Wali Mati di daerah Nuzha, Mekah Mukarramah terasa hangat dan penuh haru. Jemaah haji Kloter SUB 72 dan 69 asal Bangkalan berkumpul dalam sebuah tasyakuran sederhana namun bermakna.

Acara ini diinisiasi oleh Petugas Haji Daerah (PHD) Umi Khosnia sebagai wujud syukur atas pelayanan jemaah dan keberhasilan melewati rangkaian ibadah haji yang penuh dinamika. Dari Tawaf Kudum di Masjidil Haram hingga Jumroh Aqobah di Mina, setiap langkah telah dilalui dengan segala suka dan duka.

Aliman Haris, Petugas Haji daerah (PHD) Kloter SUB 72 Bangkalan, mengungkapkan rasa syukur atas kebersamaan yang terjalin.

“Alhamdulillah, meski jumlah petugas terbatas hanya 5–6 orang per kloter, kita bisa melewati dinamika yang berat maupun ringan. Ada jemaah yang tertinggal, ada yang jatuh sakit, bahkan pingsan. Namun semua pengalaman itu kini kita syukuri bersama dalam tasyakuran ini,” ujarnya penuh kelegaan. Jum’at, 5 Juni 2026.

Malam itu, cerita demi cerita mengalir dari setiap kloter. Ada kisah perjuangan, ada pula kisah ketabahan. Semua berpadu menjadi mozaik pengalaman yang memperkuat ikatan antar-jemaah.

Tasyakuran ini bukan hanya tentang rasa syukur, tetapi juga tentang kebersamaan, saling menguatkan, dan merajut kenangan yang akan dibawa pulang ke tanah air.

Kini, jemaah haji Kloter SUB 69 dan 72 Bangkalan bersiap melanjutkan perjalanan. Insyaallah, pada 10 Juni 2026 mendatang mereka akan bergeser ke Madinah sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.

Tasyakuran di Nuzha menjadi penanda bahwa perjalanan haji bukan sekadar ibadah, melainkan juga kisah kebersamaan yang akan selalu dikenang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....