Larangan Ziarah sebelum Armuzna, Jemaah Diminta Fokus Ibadah

  • 15 Mei 2026 21:48 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Mekkah - Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah menetapkan larangan pelaksanaan ziarah atau city tour bagi jemaah haji sebelum fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tahun 1447H/2026M.

Surat Edaran yang ditandatangani secara elektronik oleh Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, pada 30 April 2026 menegaskan bahwa kegiatan ziarah sebelum Armuzna berpotensi menurunkan stamina jemaah. Karena itu, seluruh Pembimbing Ibadah Haji (PIH) KBIHU diminta memusatkan pendampingan pada penguatan fisik, mental, dan spiritual jemaah agar siap menjalani wukuf dan rangkaian ibadah haji dengan tertib dan khusyuk.

BACA JUGA: Kloter 72 Bangkalan Mendapat Kunjungan dari Tim Mustasyar Diniy

Dalam ketentuan edaran tersebut, jemaah dilarang mengagendakan atau difasilitasi melakukan perjalanan ziarah ke luar Kota Madinah dan Makkah sebelum seluruh rangkaian ibadah di Armuzna selesai. Segala bentuk pergerakan jemaah juga wajib dilaporkan dan dikoordinasikan dengan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter, Bidang Perlindungan Jemaah, dan Sektor.

BACA JUGA: Pasca Umrah Wajib, Kloter 72 Bangkalan Fokus Pemulihan Jamaah

Kebijakan ini diambil untuk menjamin ketertiban dan perlindungan jemaah haji, sekaligus memastikan kondisi kesehatan tetap prima menjelang fase puncak ibadah.

Dengan adanya surat edaran tersebut, Pembimbing ibadah haji kloter 72 SUB Kabupaten Bangkalan Wafir melalui Pembimbing Haji Daerah (PHD) Aliman Haris mengungkapkan, sampai saat ini semua Jemaah Kloter 72 SUB mematahui edaran tersebut yaitu belum melaksanakan city tour fokus menajaga kondisi Kesehatan para jemaah.

“Kecuali mungkin ada sebagian jemaah yang sehat ada yang sudah berencana untuk melakukan umroh mandiri mengambil miqot di Tan’im,” ungkapnya. Jum’at 15 Mei 2025.

Ia menambahkan, para jemaah Kloter 72 juga sudah melaksanakan ziarah disekitar Masjidil Haram.

“Diantaranya ke Jabal Qubais, rumah tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW, Masjid Sajeroh, Masjid Jin dan Pemakaman Ma’la, dan secara umum kondisi Jemaah dalam keadaan sehat dan selalu dalam pemantauan tim Kesehatan khususnya Jemaah Resti” ungkpanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....