Panduan Mengatur Siklus Haid bagi Jemaah Haji Wanita
- 30 Apr 2026 07:12 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Ibadah haji adalah momen yang paling dinantikan oleh seluruh umat Muslim sebagai rukun Islam kelima. Namun, bagi jemaah wanita, tantangan biologis seperti siklus menstruasi sering kali menjadi kekhawatiran dalam menjaga kekhusyukan ibadah.
Menanggapi hal ini, tim kesehatan memberikan panduan penting mengenai penggunaan obat pengatur siklus haid.
Ketua Regu 8 Kloter 67, Abdul Matin Abrom, mewakili kegelisahan banyak jemaah wanita terkait cara efektif menunda menstruasi selama di tanah suci.
Menanggapi pertanyaan tersebut, dr. Fajar Ash Shidiqqie dari tim Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) dokter Kloter SUB 68 memberikan penjelasan detail mengenai penggunaan obat Primolut.
“Kunci utama keberhasilan pengaturan siklus ini adalah perhitungan yang akurat berdasarkan data tiga bulan terakhir, karena kondisi hormonal setiap jemaah bersifat sangat personal. Dokter perlu menghitung rata-rata siklus haid selama tiga bulan terakhir untuk menentukan langkah yang tepat,” tutur dr. Fajar pada RRI di program Sampang Menyapa, Rabu 29 April 2026.
Obat disarankan mulai diminum sekitar 15 hingga 17 hari sebelum perkiraan tanggal menstruasi berikutnya. Penggunaan obat harus dilakukan secara tepat waktu dan tidak boleh terlambat. Jika flek atau darah haid sudah keluar sebelum obat diminum, maka efektivitas obat untuk menghentikan siklus tersebut akan jauh berkurang.
Jemaah diingatkan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter kloter atau dokter spesialis kandungan (obgyn) dan tidak melakukan pengobatan mandiri. Persiapan yang matang sejak masa manasik akan membantu jemaah menjalani ibadah dengan lebih tenang dan sempurna.
“Bila terdapat keterlambatan konsultasi maka ditarik mundur jadwal menstruasi dari waktu keberangkatan 17 hari sudah harus minum obat, lebih baik segera ke dokter kandungan terdekat, akan dihitungkan kapan tepatnya,” katanya.
Berikut Tips Tambahan Berdasarkan Arahan Medis:
• Jangan Menunda Konsultasi: Mengingat saat ini sudah berada di akhir April, jemaah yang memiliki jadwal haid di pertengahan bulan depan disarankan segera menghubungi dokter kloter.
• Siapkan Catatan: Membawa catatan tanggal haid tiga bulan terakhir sangat membantu dokter dalam memberikan dosis yang akurat.
• Edukasi Mandiri: Jemaah disarankan untuk aktif bertanya mengenai penyesuaian obat jika terjadi perubahan kondisi fisik selama perjalanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....