Hampir 50 Persen CJH Sampang Masuk Risiko Tinggi, Pengawasan Diperketat

  • 29 Apr 2026 19:16 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Ibadah haji tahun ini menjadi tantangan besar bagi tim kesehatan Kabupaten Sampang. Dari total 378 jemaah yang terdaftar berangkat kliter 68, sebanyak 167 orang atau sekitar 44% dinyatakan masuk dalam kategori Risiko Tinggi (Resti).

Angka yang menyentuh hampir separuh dari total kuota ini membuat tim medis untuk bergerak lebih proaktif melalui sistem pemetaan (mapping) dan pengawasan berlapis, mulai dari tanah air hingga puncak ibadah di Armuzna.

Dokter kloter SUB68 dr. Fajar Ash Shiddiqi menyampaikan kondisi ini dalam Program RRI Sampang Menyapa Rabu 29 April 2026.

"Kami sudah melakukan mapping menyeluruh. Siapa yang butuh kursi roda, siapa yang ada pendampingnya, semua sudah terdata dan dikoordinasikan dengan Kemenag, Ketua Kloter, hingga Ketua Rombongan," tutur dokter Fajar.

Berdasarkan data terbaru, kategori jemaah Resti terbagi dalam tiga tingkatan urgensi medis, Ketegoru Resti Ringan 72 orang, Sedang 32 orang dan Berat sebanyak 63 orang. Masing-masing kategori memerlukan pemantauan rutin, pendampingan ekstra dan pengawasan medis lebih ketat. Mengingat besarnya persentase jemaah yang rentan, tim kesehatan menyiapkan skenario pengawalan yang tidak terputus baik saat di pesawat, pemondokan hingga Armuzna.

"Berdasarkan mapping, jemaah akan menjalani screening kesehatan kembali saat tiba di Asrama Haji untuk memastikan kondisi fisik terakhir sebelum terbang. Dalam pesawat nantinya petugas kesehatan berupaya agar jemaah kategori Resti Sedang dan Berat duduk berdekatan dengan tim medis kloter (TKHK) guna memudahkan penanganan bila diperlukan, " tambah dokter Fajar.

Selama di Makkah dan Madinah, petugas tidak hanya menunggu laporan. Dokter dan perawat akan berkeliling setiap hari ke kamar-kamar jemaah untuk memeriksa kondisi mereka secara langsung.

"Kami ingin memastikan posisi jemaah Resti di hotel nantinya sedekat mungkin dengan petugas kesehatan agar koordinasi lebih cepat," tambah sang Dokter.

Selain tindakan proaktif, tim medis juga membuka jalur Layanan Pasif. Jemaah maupun keluarga pendamping dapat menghubungi petugas kapan saja melalui telepon atau WhatsApp jika merasakan keluhan kesehatan mendadak. Dengan skema pengawasan yang "melekat" ini, diharapkan seluruh jemaah asal Sampang, baik yang sehat maupun yang masuk kategori risiko tinggi, dapat menjalankan rukun haji dengan aman hingga kembali ke tanah air.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....