Liga Perkutut Madura Seri Sumenep

  • 10 Mei 2026 20:07 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sumenep - Gelaran Liga Perkutut Madura (LPM) seri ketiga tahun 2026 di Lapangan Sepak Bola Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Minggu, 10 Mei 2026, berlangsung meriah dan sukses menyedot perhatian para pecinta burung perkutut se-Madura.

Sejak pagi, arena lomba dipenuhi kungmania dari berbagai daerah seperti Sumenep, Pamekasan, Sampang hingga Bangkalan. Antusiasme peserta terlihat begitu tinggi meski sebelumnya sempat muncul kabar salah satu pengda mengundurkan diri dari rangkaian LPM 2026.

Ketua panitia, H Syakur mengatakan, pelaksanaan LPM seri ketiga merupakan hasil penyesuaian jadwal karena padatnya agenda lomba hingga akhir tahun.

“Alhamdulillah pelaksanaannya berjalan lancar dan sangat meriah. Sebanyak 11 blok yang kami sediakan semuanya penuh peserta,” ujarnya.

Ramainya peserta dari Bangkalan juga menjadi sorotan tersendiri. Kehadiran mereka dianggap sebagai bukti bahwa semangat kungmania Madura tetap solid untuk menjaga eksistensi LPM.

Ketua Dewan LPM 2026, H Azis AZ menegaskan seluruh seri LPM tetap akan dilanjutkan hingga selesai meski ada pengda yang mundur dari jadwal pelaksanaan.

Menurutnya, jadwal yang kosong langsung dibagi ke pengda lain demi menjaga konsistensi kompetisi dan semangat para penghobi burung perkutut di Madura.

“Alhamdulillah kungmania Bangkalan masih tetap hadir dan antusias. Ini menunjukkan kita tetap kompak untuk melanjutkan cita-cita almarhum RA Mahmud dalam membesarkan Liga Perkutut Madura,” kata Abah Azis.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pengda Sumenep yang dinilai sukses mengemas lomba dengan tertib, aman dan penuh semangat kebersamaan.

Sementara Ketua Pengda Sumenep, Kades Matsin memastikan pihaknya bersama Pengda Sampang dan Pamekasan berkomitmen menuntaskan seluruh rangkaian LPM 2026.

“Kita berbagi jadwal agar semua seri tetap berjalan. Yang terpenting peserta puas dan lomba berlangsung aman sampai akhir,” ujarnya.

Selain persaingan ketat di arena, perhatian juga tertuju pada kualitas penjurian. Ahmad, yang memberikan pengarahan teknis kepada juri, meminta seluruh perangkat lomba bertindak profesional dan tegas terhadap pelanggaran.

"Ketelitian juri menjadi kunci menjaga kualitas dan sportifitas lomba, terutama dalam menentukan burung dengan kualitas suara terbaik,"ucapnya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....