Penipuan Berkedok Asmara Kembali Marak, Masyarakat Diminta Waspada
- 18 Jul 2026 21:51 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Kasus penipuan love scam menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai wilayah Indonesia belakangan ini, dengan para pelaku semakin lihai memanfaatkan teknologi dan media sosial.
- Berdasarkan catatan kepolisian, jumlah kasus penipuan percintaan meningkat cukup signifikan dalam dua bulan terakhir dengan korban dari berbagai usia dan latar belakang.
- Kerugian finansial yang dialami para korban penipuan love scam sangat bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah.
RRI.CO.ID, Sampang – Kasus penipuan dengan modus kedok percintaan atau yang dikenal sebagai love scam kembali menunjukkan peningkatan kasus di berbagai wilayah Indonesia belakangan ini. Para pelaku semakin lihai memanfaatkan kemajuan teknologi dan media sosial untuk memancing korbannya, dari berbagai kalangan usia maupun latar belakang.
Berdasarkan catatan kepolisian dan berbagai laporan pengaduan masyarakat, jumlah kasus ini meningkat cukup signifikan dalam dua bulan terakhir. Kerugian yang dialami para korban pun beragam, mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah.
Seorang ibu menjadi korban penipuan asmara di dunia maya setelah rela mentransfer uang hingga Rp250 juta kepada pria yang dikenalnya secara online. Namun, saat Agus Gunawan seorang anggota kepolisian yang fotonya digunakan para pelaku penipuan tersebut saat dipertemukan dengan korban ia mengaku tidak pernah berkomunikasi dan bahkan tidak kenal dengan korban .
Cara Kerja Pelaku
Pelaku biasanya memulai aksinya dengan menghubungi calon korban secara acak lewat media sosial maupun aplikasi percakapan. Mereka menggunakan foto orang lain yang tampak menarik, menyusun cerita hidup yang meyakinkan, serta bersikap sangat perhatian seolah menjalin hubungan asmara yang serius.
Setelah kepercayaan korban didapat, pelaku akan mulai meminta bantuan dana dengan berbagai alasan mendesak, seperti:
- Biaya pengobatan diri atau keluarga
- Biaya perjalanan untuk bertemu
- Uang jaminan bea cukai barang kiriman
- Biaya penyelesaian masalah hukum atau pekerjaan
Pelaku selalu berusaha menghindari pertemuan langsung maupun panggilan video dengan berbagai alasan agar identitas aslinya tidak diketahui.
Imbauan Pihak Berwenang
Kepolisian mengingatkan seluruh masyarakat agar tetap waspada dan tidak mudah percaya pada orang yang baru dikenal lewat dunia maya.
"Jangan pernah mengirimkan uang, memberikan data pribadi, nomor rekening, maupun kode OTP kepada orang yang belum Anda kenal secara pasti meskipun sudah terjalin hubungan akrab," ujar perwakilan kepolisian.
Masyarakat disarankan untuk segera memutus komunikasi dan melapor ke pihak berwajib jika merasa menjadi sasaran penipuan semacam ini. Jangan biarkan perasaan terbawa suasana hingga merugikan diri sendiri,Sabtu,18 Juli 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....