TMMD 128 Bangkalan Menyulam Asa di Desa Rawan Krisis Air

  • 21 Mei 2026 22:31 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Bangkalan - Jalan berliku naik turun perbukitan, ditemani sepi kanan kiri di sepanjang perjalanan dipenuhi rerimbunan pepohonan hanya satu dua kendaraan roda dua yang sesekali melintas, menjadi pembuka perjalanan menuju Posko TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang. Tepat pukul 09.10 WIB, kendaraan saya berhenti di bawah terop sederhana di halaman posko. Sambutan hangat Babinsa Serda Susanto seakan menepis rasa letih, sebelum obrolan singkat membuka pintu menuju suasana desa yang masih asri, pepohonan rimbun, udara segar, dan jalan raya yang lengang tanpa bising kendaraan.

Teriknya matahari mulai terasa di kulit, namun semangat jelas terpancar dari sejumlah anggota Satgas dan masyarakat dilokasi pekerjaan fisik. Dengan dibonceng sepeda trail oleh Serda Susanto bersama DAN SSK TMMD Letda Inf Dwi Hartono, menembus jalur desa. Rute pertama membawa ke rumah Ibu Mariti yang tengah direnovasi lewat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), lalu berlanjut ke rabat jalan penghubung desa, pembangunan MCK di pondok pesantren, Rehab gedung sekolah dasar, hingga pekerjaan tandon air jejak nyata gotong royong TNI dan warga untuk mengubah wajah desa.

Desa Galis Dajah wilayah yang ditetapkan BPBD Bangkalan sebagai prioritas rawan krisis air bersih. Setiap puncak musim kemarau, terutama Juli–Agustus, sumur warga mengering dan masyarakat bergantung pada bantuan dropping air bersih. Topografi berbukit dan zona rawan air membuat desa ini dihuni mayoritas petani dan buruh tani yang masih mengandalkan pola tanam tradisional.

Sebagian kecil warga menambah penghasilan dari peternakan, perdagangan, hingga menjadi tenaga migran ke negara tetangga seperti Malaysia. Namun, keberlangsungan hidup mereka kerap terganggu oleh keterbatasan air bersih saat kemarau panjang.

Dengan kondisi rawan kekeringan, akses jalan yang bermasalah, serta status kemiskinan ekstrem, sehingga ditetapkan sebagai lokasi Posko TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 TA 2026. Kolaborasi TNI bersama pemerintah daerah hadir sebagai jawaban atas tantangan, menghadirkan pembangunan fisik dan non fisik selama satu bulan, dari 22 April 2026 – 21 Mei 2026 sekaligus harapan baru bagi masyarakat setempat.

TMMD Bangkalan 128 Dibuka, Hujan Basuh Niat Mulia

Bupati Bangkalan Lukman Hakim foto bersama usai upacara pembukaan TMMD ke-128 Kodim 0829/Bangkalan

Alun-alun Bangkalan pagi itu, Rabu 22 April 2026, menjadi saksi bisu sebuah keteguhan. Sesaat sebelum genderang Posko TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0829/Bangkalan ditabuh, langit menurunkan hujan seolah menyucikan langkah awal bakti pembangunan desa.

Aroma tanah basah menyeruak, menyatu dengan semangat prajurit dan tamu undangan. Meskipun sisa-sisa air hujan masih menggenang di lapangan, prosesi pembukaan tetap berjalan khidmat. Di atas matras merah yang masih berkilau karena basah, berlangsung momen simbolis penyerahan alat kerja dan penyematan tanda peserta oleh Bupati Bangkalan Lukman Hakim secara simbolis.

Sebuah baliho besar bertuliskan “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” berdiri megah di latar belakang barisan prajurit yang tegak berdiri. Pesan komitmen nyata yang disaksikan oleh unsur pimpinan daerah dan masyarakat Bangkalan.

Dandim 0829/Bangkalan Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi menegaskan, sebanyak 150 personel TNI-Polri bersama masyarakat akan bersatu di lokasi sasaran Desa Galis Dajah Kecamatan Konang hingga 22 Mei.

“Fokus utama adalah penyediaan air bersih, karena masalah air menjadi kebutuhan mendesak. Kebetulan di titik sasaran ada sumber yang bisa dioptimalkan secara gravitasi, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat langsung," ungkapan usai pembukaan TMMD ke-128.

Program pekerjaan fisik lainnya dikatakan Nanang berupa rabat jalan desa, renovasi ruang kelas SDN, pembangunan MCK Ponpes Roudlatul Ulum Alfatih, Rutilahu. Selain itu juga ada sasaran non fisik, salah satunya pengobatan gratis, khitan gratis, bantuan bibit pertanian dan sosialisasi dan layanan administrasi kependudukan serta lainnya.

“Sasaran program unggulan sumur bor 6 titik, ketahanan pangan, renovasi RTLH 5 unit, Pembangunan MCK 5 unit, Pemberian 100 paket sembako dan pencegahan stunting serta pembersihan lingkungan,” kata Dansatgas TMMD ke 128 Bangkalan itu.

Dikesempatan yang sama, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menambahkan progam TMMD ke 128 kali ini menyasar wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem, kolaborasi antara pemerintah daerah dengan TNI akan menyelesaikan persoalan mendesak seperti kekeringan, akses jalan, hingga rumah tidak layak huni.

“Dititik sasaran itu masuk kategori wilayah kemiskinan ekstrem, dengan akses jalan yang bermasalah dan kebutuhan air yang mendesak, jika kemarau tiba masyarakat disana benar-benar terdampak kekeringan,” ucapnya.

Gotong Royong Hadirkan Air Bersih untuk Warga

Perjuangan anggota Satgas TMMD ke-128 Bangkalan bersama warga Desa Galis Dajah sedang berjuang untuk menaikkan tandon ber ukuran besar

Di tengah rimbunnya pepohonan dan medan tanah yang licin, langkah para anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 0829/Bangkalan tak pernah surut. Sabtu 9 Mei 2026, lima personel di bawah komando Serda Amir Wahyudi bahu-membahu bersama warga Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang, mengangkat tandon air berukuran besar menuju titik pemasangan. Keringat yang mengalir deras menjadi saksi betapa perjuangan menghadirkan air bersih bukanlah perkara mudah.

Dengan peralatan sederhana, proses pemasangan tandon hingga jalur pipanisasi terus dikebut. Jalan sempit, terjal dan tanah licin menjadi tantangan tersendiri, namun semangat gotong royong antara TNI dan warga seperti Pak Zainul, Pak Rosyid, dan Pak Amin mampu menyingkirkan segala rintangan. Hingga kini, progres pengerjaan telah mencapai 67 persen, menandakan harapan itu kian dekat menjadi kenyataan.

Serda Amir Wahyudi menegaskan setiap tetes keringat yang tercurah adalah bentuk pengabdian tulus kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan warga di sini bisa menikmati akses air bersih dengan layak. Ini bagian dari perjuangan kami untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, di Desa Buluh, Kecamatan Socah, Satgas TMMD juga membangun sumur bor dan tandon air di Madrasah Diniyah Bahrul Ulum. Kegiatan yang melibatkan Babinsa Desa Buluh, Sertu Mustain, ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Satgas TMMD bersama masyarakat terus bekerja maksimal agar sasaran fisik ini segera selesai dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh warga,” ungkapnya.

Harapan akan kehidupan yang lebih layak perlahan mulai terwujud. Di Desa Galis Dajah, pembangunan tandon air dan pipanisasi yang kini mencapai 70 persen menjadi tanda perubahan besar. Jalur pipa yang mulai tersambung adalah harapan baru, sebentar lagi air bersih akan mengalir lebih dekat ke rumah-rumah warga.

Dansatgas TMMD 128 Bangkalan, Letkol Inf Nanang Fathur Rozi, menegaskan bahwa target pembangunan ini akan mengalirkan air bersih ke 150 KK yang setiap musim kemarau terdampak krisis.

“Gotong royong antara masyarakat dan anggota satgas adalah wujud kekompakan bersama. Semoga ini bisa dirawat dan bermanfaat bagi masyarakat, dan kehadiran TMMD benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ucapan Terima Kasih Warga

Pak Zainul, salah satu warga yang ikut bergotong royong bersama Satgas TMMD, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas hadirnya program pembangunan tandon air dan pipanisasi di desanya.

“Selama ini kami harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih, apalagi saat musim kemarau. Dengan adanya tandon ini, kami merasa sangat terbantu. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah bekerja keras bersama kami, di musim kemarau nanti tidak usah antri lagi untuk mendapat air,” ungkapnya dengan mata berbinar.

“Kami dan masyarakat disni bangga bisa ikut serta dalam gotong royong. Semoga tandon dan jalur pipa yang dibangun nanti akan dirawat bersama, agar manfaatnya bisa dirasakan anak-anak kami di masa depan,” tuturnya penuh haru.

Pak Rosyid salah satu warga, juga terlihat tersenyum sambil menahan beban di pundaknya. “Air ini nanti bukan hanya untuk kami, tapi untuk anak-anak kami juga,” ucapnya lirih, penuh harapan. Di sampingnya, Serda Amir Wahyudi menegaskan bahwa kerja keras ini adalah bagian dari pengabdian TNI kepada rakyat.

Suasana penuh kebersamaan itu menjelma menjadi cerita tentang persatuan. TNI dan warga bukan lagi dua pihak berbeda, melainkan satu keluarga besar yang berjuang demi kehidupan yang lebih layak. Tandon air dan pipanisasi menjadi saksi bisu bahwa gotong royong masih hidup, mengalir setetes demi setetes, hingga menjadi aliran harapan bagi seluruh warga desa.

Rabat Beton Jalan Desa, Perlancar Aktivitas Perekonian Warga

Anggota Satgas TMMD ke-128 Bangkalan bersama masyarakat Desa Galis Dajah, Kec. Konag sedang berjibaku mengerjakan rabat betol jalan desa setempat

Dititik lain pekerjaan fisik gotong royong juga terlihat sangat hidup antara warga dan Satgas TMMD ke-128 Kodim 0829/Bangkalan dan warga Desa Galis Dajah, menghadirkan semangat kebersamaan dalam pembangunan rabat beton jalan desa. Lima personel Satgas di bawah komando Serda Reno bersama warga turun langsung melakukan perabatan, menurunkan batu dari gerobak, meratakan tanah, hingga menyingkirkan semak yang menutup akses jalan.

Sejumlah warga desa setempat seperti Matsidi, Misdi, Mahfudi, Rodi, dan Harianto ikut mengayunkan cangkul, mengangkat batu, serta merapikan badan jalan. Para tukang Ladin, Sono, dan Yofi juga sigap membantu agar pekerjaan berjalan lebih cepat dan terarah.

Progres pengerjaan mulai tampak, harapan besar sudah mulai tumbuh di tengah masyarakat. Jalan yang selama ini becek dan rusak diyakini akan memperlancar aktivitas perekonomian warga, mulai dari membawa hasil pertanian hingga menunjang mobilitas sehari-hari. Mahfudi, salah satu warga, mengaku lega melihat perubahan.

“Kalau hujan, jalan ini becek sekali. Motor sering selip, kadang warga harus turun untuk mendorong. Sekarang akses mulai terbuka, kami jadi tambah semangat,” katanya.

DAN SSK TMMD ke-128, Letnan Dwi Hartono, saat meninjau hasil pekerjaan fisik mengungkapkan bahwa rabat beton sepanjang 200 meter dengan lebar 2 meter akan menjadi jalur penghubung penting antar Desa.

“Jalan ini merupakan jalur penghubung antara Desa Galis Dajah dengan Desa Galis Dajah Utara yang selama ini menjadi akses penting bagi mobilitas warga di kedua wilayah dan pekerjaan baru saja selesai 100 persen,” ujarnya

Kepala Desa Galis Dajah, Abdul Muis, menyampaikan terima kasih atas dukungan Satgas TMMD. Menurutnya, pembangunan jalan tersebut bukan hanya membuka akses, tetapi juga membuka harapan baru bagi masyarakat desa.

“Kami bersyukur, jalan ini akan memudahkan warga dalam aktivitas sehari-hari. Semoga kebersamaan ini terus terjaga,” ujarnya penuh harap.

Ibu Subaidah, pemilik warung di simpang tiga jalan rabat beton, turut menyampaikan rasa syukur. “Warung kami berada di jalur ini. Kalau jalan sudah bagus, tentu banyak orang lewat dan singgah. Alhamdulillah, usaha kecil kami bisa lebih hidup,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan jalan ini akan membawa dampak nyata bagi ekonomi warga. “Kami berterima kasih kepada Satgas TMMD dan semua warga yang ikut bekerja. Jalan ini bukan hanya memudahkan akses, tapi juga membuka peluang usaha bagi kami,” ujarnya penuh harap.

Rumah Layak Menjadi Tempat Tinggal yang Aman dan Nyaman

Anggota Satgas TMMD ke128 Bangkalan sedang mengerjakan Rutilahu ibu Mariti Desa Galis Dajah, Kec. Konang

Di sela pembangunan rabat jalan dan tandon air, anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 0829/Bangkalan tampak bahu-membahu mengerjakan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Ibu Mariti (84), seorang janda di Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang yang menajadi target dari 4 rumah tidak layak lainnya.

Dengan seragam loreng yang sudah berdebu, para prajurit TNI dibantu dua orang tukang menata bata, mengaduk semen, dan mengangkat material bangunan. Di sisi lain, rumah sederhana dengan atap genteng tua dan dinding kayu perlahan berubah wajah menjadi hunian yang lebih layak dan kokoh. Kehadiran mereka membuka harapan bagi seorang ibu yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Ibu Mariti berdiri di dekat kerangka rumahnya dengan mengenakan kebaya bermotif bunga dengan kerudung yang menutup kepala, warna lembut yang kontras dengan latar rumahnya yang masih setengah jadi, sedang menyaksikan setiap langkah pembangunan dengan mata berbinar seakan tak percaya rumahnya sedang direnovasi. Senyum kecil yang muncul di wajahnya seolah menjadi energi tambahan bagi Satgas TMMD.

“Alhamdulilah Matorsakalangkong pak TNI ampon abengun roma kauleh, matorsakalangkong nagereh,” ucapnya dalam Bahasa Madura. “Alhamdulilah Terimakasih Bapak TNI telah membangun rumah saya, terimakasih Negara,”

Renovasi Ruang Kelas, TNI Dekatkan Diri dengan Siswa

Para siswa SDN Durin Barat 1, Kec. Konang sedang menyapa anggota Satgas TMMD yang sedang melakukan renovasi gedung sekolah

Suasana hangat menyelimuti halaman SDN Durin Barat 1, Desa Durin Barat, Kecamatan Konang. Di tengah pembangunan ruang kelas oleh Satgas TMMD ke-128 Kodim 0829/Bangkalan yang telah mencapai progres 68 persen, prajurit TNI tak hanya fokus pada pekerjaan fisik, tetapi juga menghadirkan kebersamaan dengan para siswa yang penuh canda tawa.

Dipimpin Serda Nendra bersama lima personel, Satgas TMMD terus mengoptimalkan pembangunan ruang kelas. Namun di sela pekerjaan, para prajurit menyempatkan diri menyapa dan bercengkrama dengan siswa.

“Kami ingin anak-anak merasa dekat dan tidak takut dengan TNI. Kehadiran kami di sini bukan hanya membangun sekolah, tapi juga membangun semangat mereka,” ujar Serda Nendra.

Interaksi sederhana itu menghadirkan keceriaan di tengah debu pembangunan. Anak-anak terlihat antusias, ada yang penasaran dengan seragam loreng, ada pula yang sekadar ingin berdiri dekat dengan prajurit. Salah satu siswa mengaku senang dengan kehadiran TNI.

“Senang bisa ngobrol sama bapak tentara, awal agak takut, tetapi setelah setiap hari bertemu jadinya akrab dan tidak takut lagi dengan tentara,” ucap anak itu dengan polos.

Satgas TMMD Bangkalan, Kehangatan yang Tumbuh di Desa

Anggota Satgas TMMD ke-128 Bangkalan sedang asik bercengkrama dengan ema-emak untuk berbelanja di warung Desa Galis Dajah

Seiring perjalanan waktu, kehadiran Satgas TMMD ke-128 Kodim Bangkalan di Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang, bukan hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan kedekatan dengan masyarakat. Dari emak-emak hingga pemuda desa, semua merasakan keakraban yang lahir dari interaksi sederhana namun penuh makna.

Suasana pagi pada Jumat 8 Mei 2026 menjadi bukti nyata. Lima personel Satgas yang dipimpin Serda Reno Rizky Himawan menyempatkan diri membeli pindang olahan Ibu Siti. Senyum bahagia terpancar ketika dagangan pindang racikan bumbu khas rumahan itu diborong oleh para prajurit. Kehadiran Satgas membeli dagangannya menjadi suntikan semangat sekaligus bukti kepedulian TNI terhadap ekonomi kecil masyarakat desa.

“Kami tidak hanya hadir untuk membangun infrastruktur, tetapi juga ingin mendukung kehidupan sosial dan ekonomi warga,” ujar Serda Reno.

Kebersamaan itu berlanjut di warung sederhana pada Jumat 15 Mei 2026. Di bawah terik matahari siang, lima personel Satgas kembali membaur bersama para pemuda desa. Duduk santai di bangku kayu, canda tawa mengalir ringan, menciptakan suasana hangat yang jauh dari kesan formal. Dalam obrolan santai, Satgas menyisipkan pesan penting tentang bahaya narkotika dan minuman beralkohol.

“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai aparat, tetapi juga sebagai saudara yang peduli. Melalui komunikasi santai seperti ini, harapannya pesan tentang bahaya narkoba dan alkohol bisa lebih mudah diterima,” tegas Serda Reno.

MCK Layak untuk Santri Pondok Pesantren

Dansatgas TMMD ke-128 Bangkalan sedang mengecek pembangunan MCK Pondok Pesantren

Suara gerinda memecah keheningan di sudut Pondok Pesantren Raudlotul Ulum Al Fatih, Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang, di tengah ruang sederhana yang sedang dibenahi, anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim Bangkalan tampak jongkok rapi memasang keramik, memastikan setiap sudut MCK tersusun presisi untuk menghadirkan fasilitas yang lebih layak bagi para santri.

Tak jauh dari lokasi, prajurit lain mengayunkan cangkul, mengolah adukan material dengan penuh ketelitian. Aktivitas itu berpadu dengan kerja para tukang seperti Pak Eko, Pak Sulihan, dan Pak Zainul. Kehadiran anggota Lanal BPO menambah kekuatan gotong royong lintas unsur, menjadikan pembangunan tiga unit MCK gerakan bersama untuk perubahan.

“Kami ingin memberikan yang terbaik bagi para santri. Fasilitas MCK ini diharapkan menjadi awal dari lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ungkap Lettu Mohammad Holifah.

Untuk memastikan pekerjaan fisik sesuai harapan, Dansatgas TMMD ke-128 Kodim Bangkalan, Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, meninjau langsung salah satunya di pembangunan MCK yang hampir rampung dengan progres 85 persen. Didampingi Lettu Holifah, Dansatgas menyusuri area pembangunan, memperhatikan detail pekerjaan, sekaligus memberi semangat kepada personel Satgas dan masyarakat.

“Fasilitas MCK ini bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang kesehatan dan kenyamanan santri dalam aktivitas sehari-hari, terimakasih untuk semua anggota Satgas dan masyarakat yang telah kompak gotong royong, semoga apa yang dikerjakan ini menjadi ladang ibadah,” ucapnya.

Tokoh masyarakat setempat, Nur Zamzilul Adhim Romli, menyampaikan rasa syukur atas pembangunan fasilitas MCK yang dilakukan TNI dalam program TMMD. Ia menilai pembangunan ini memberikan solusi nyata terhadap keterbatasan sarana sanitasi di pedesaan.

“Pembangunan MCK ini memberikan solusi langsung terhadap keterbatasan sarana sanitasi di pedesaan,” ujarnya.

Nur Zamzilul menambahkan keberadaan MCK layak di lingkungan pesantren akan berdampak besar pada peningkatan kebersihan dan kesehatan. Menurutnya, fasilitas ini bukan hanya membantu santri, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih nyaman.

“Pembangunan MCK ini juga sangat berdampak langsung pada peningkatan kebersihan lingkungan khususnya di lingkungan pesantren,” ungkap pria berjenggot yang juga pengurus di Pondok Pesantren itu.

Momen Hangat Kunjungan Tim Waasev TMMD ke-128

Penyambutan kunjungan rombongan Tim Pengawasan dan Evaluasi TMMD ke-128 Bangkalan di Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang

Di bawah langit cerah dan rimbunnya pepohonan, sebuah jabat tangan menjadi lambang dari sekadar sambutan. Suasana menjadi momen hangat di Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, Selasa 12 Mei 2026. Kehadiran rombongan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Waasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim Bangkalan yang dipimpin Brigjen TNI (Mar) Gatot Mardiono selaku Waaster KASAL tiba di lokasi dan disambut hangat oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Bangkalan, Muspika Kecamatan Konang, serta warga setempat. Brigjen TNI (Mar) Gatot Mardiono tampak melontarkan senyuman saat menjabat tangan dengan menghadirkan semangat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Dalam sambutan Bupati Bangkalan Lukman Hakim yang dibacakan Sekda Bangkalan Ismed Efendi, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas perhatian TNI terhadap wilayah pelosok.

“Program TMMD telah memberikan manfaat nyata, khususnya bagi masyarakat Desa Galis Dajah yang selama ini membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur dasar salah satunya program pengeboran air bersih, pemasangan tandon dan instalasi pipa air kerumah-rumah warga,” ucapnya.

Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, dalam pemaparannya, berbagai capaian program, mulai dari perbaikan sekolah, pembangunan rabat jalan, pengeboran air bersih, pembangunan MCK, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni.

“Seluruh program dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. TMMD bukan sekadar membangun fisik namun juga non fisik serta membangun harapan dan meningkatkan kualitas hidup warga desa,” ujarnya.

Dilanjutkan Tim Waasev meninjau langsung sejumlah sasaran fisik di lapangan. Mulai dari pembangunan MCK, rehabilitasi rumah warga, perbaikan jalan desa, hingga pengeboran dan tandon air. Di sela peninjauan, Brigjen Gatot Mardiono menekankan pentingnya sinergi semua pihak.

“Keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari hasil pembangunan fisik, tetapi juga dari dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat,” ucapnya. Ia juga menyampaikan bahwa hasil kunjungan ini akan menjadi bahan evaluasi di tingkat pusat guna penyempurnaan program ke depan.

TMMD ke-128 Bangkalan Memberikan Dampak Nyata

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0829/Bangkalan di Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang, membawa manfaat besar bagi masyarakat. Kepala Desa Galis Dajah, Abdul Muis, menyampaikan pembangunan infrastruktur terutama tandon air bersih menjadi solusi Masyarakat di musim kemarau.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat bergantung pada tandon ini. Sementara waktu mampu melayani dua kampung, dan ke depan insya Allah bisa untuk satu desa penuh,” ujarnya. Tandon tersebut terhubung dengan penyaluran air dari sumber Banyubuni, sehingga kebutuhan konsumsi warga dapat lebih terjamin.

Selain tandon, TMMD juga menghadirkan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 200 meter di Dusun Muntin yang sangat membantu mobilitas petani. Di bidang pendidikan, TMMD turut membangun MCK di pesantren serta melakukan rehab gedung sekolah dasar, sehingga anak-anak dan guru dapat beraktivitas dalam lingkungan yang lebih sehat.

Program bedah rumah (RTLH) juga berjalan, dengan dua rumah sudah hamper rampung dan dukungan dari Pemprov untuk memperbaiki hingga lima rumah.

“Alhamdulillah, bedah rumah ini sangat membantu warga yang sebelumnya tinggal di rumah tidak layak huni,” tambah Abdul Muis. Sabtu, 9 Mei 2026.

Ia menambahkan, tak hanya fisik, kegiatan non-fisik juga dirasakan masyarakat. Warga ikut serta menanam padi bersama Satgas TMMD, memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan. Kehadiran TNI di tengah masyarakat pun memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian.

“Dengan adanya TMMD, kebutuhan mendasar masyarakat seperti air bersih, jalan, hunian layak, dan fasilitas pendidikan mulai terpenuhi. Program ini menjadi bukti pembangunan desa bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas hidup dan harapan warga di pelosok khususnya di Desa kami,” ucapnya.

Jejak Pengabdian TMMD 128, Harapan Baru Tumbuh di Desa

Prosesi penutupan TMMD ke-128 Bangkalan di lapangan Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang, Bangkalan

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0829/Bangkalan telah memberikan dampak menyeluruh bagi masyarakat Desa Galis Dajah, Kecamatan Konang, baik melalui pembangunan fisik maupun nonfisik.

Dari sisi fisik, TMMD berhasil membangun jalan rabat beton, tandon air bersih, ruang kelas sekolah, MCK di pesantren, serta renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Semua ini menjadi solusi nyata atas kebutuhan dasar masyarakat desa, mulai dari akses mobilitas, air bersih, sanitasi, hingga hunian layak.

Sementara itu, kegiatan nonfisik juga berjalan seiring. Satgas TMMD aktif melaksanakan komunikasi sosial (komsos) dengan warga, mendukung ekonomi kecil melalui pembelian produk lokal, serta menyampaikan edukasi moral kepada pemuda tentang bahaya narkoba dan alkohol. Selain itu, kegiatan penyuluhan kesehatan, pelayanan administrasi kependudukan, sosialisasi stunting, hingga pelatihan keterampilan juga menjadi bagian penting yang memperkuat kualitas hidup masyarakat.

Langit cerah di atas Lapangan Desa Galis Dajah, Kamis 21 Mei 2026, menjadi saksi berakhirnya pengabdian sebulan penuh melalui TMMD ke-128. Sejak pagi, ratusan warga berbaur dengan prajurit TNI, Polri, dan pemerintah daerah, menghadiri upacara penutupan yang berlangsung khidmat, penuh rasa syukur dan kebersamaan.

Tanda peserta kegiatan resmi ditanggalkan, peralatan kerja dikembalikan, dan laporan penyelesaian dibacakan dengan tegas oleh Inspektur Upacara. semangat gotong royong yang telah tumbuh selama program berlangsung.

Kasrem 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura, memimpin jalannya prosesi. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan penanaman nilai kebersamaan. Pesan itu terasa nyata ketika warga menyaksikan hasil kerja keras: rumah yang lebih layak huni, akses air bersih yang kini mudah didapat, fasilitas kesehatan yang dekat, serta dukungan bagi UMKM yang mulai menggeliat.

Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 0829/Bangkalan, Letkol Inf Nanang Fathur Rozi, menambahkan keberhasilan TMMD adalah buah sinergi lintas sektor. Ia mengingatkan, hasil pembangunan harus dijaga bersama agar manfaatnya bertahan lama. Harapan itu tercermin dalam senyum anak-anak penerima santunan, dalam gerak tari Nemang Tamoy yang penuh kebanggaan, dan dalam atraksi bela diri taekwondo yang memukau penonton.

Peninjauan ke lokasi sasaran menjadi penutup rangkaian. Di sana, warga menyentuh langsung hasil pengabdian yang kini menjadi bagian dari kehidupan mereka. Jalan desa, ruang kelas, rabat beton, hingga sarana air bersih bukan sekadar bangunan, melainkan jejak pengabdian yang akan terus hidup.

TMMD ke-128 pun resmi berakhir. Namun lebih dari itu, ia meninggalkan warisan nyata, semangat gotong royong, pengabdian tanpa batas, dan ikatan kuat antara TNI dan rakyat demi kemajuan desa.

TMMD ke-128 di Bangkalan bukan hanya meninggalkan hasil pembangunan yang terlihat, tetapi juga meninggalkan jejak kebersamaan, kepedulian, dan semangat baru. Program ini membuktikan bahwa pembangunan desa adalah perpaduan antara infrastruktur yang kokoh dan masyarakat yang semakin berdaya, menuju kehidupan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....