Nilai Kebaikan dari Tradisi Mandi Tujuh Bulanan
- 04 Apr 2026 00:40 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sumenep - Tradisi mandi tujuh bulanan bagi kehamilan pertama masih terus dijaga oleh masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep. Ritual ini menjadi bentuk permohonan doa agar proses persalinan berjalan lancar serta bayi yang lahir kelak sehat dan sempurna lahir batin.
Prosesi tradisi ini biasanya diawali dengan tawassul dan pembacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Keluarga, kerabat, serta para sesepuh berkumpul untuk mendoakan calon ibu dan bayi yang masih berada dalam kandungan.
Salah seorang kiai yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Kiai Asnawi mengatakan tradisi mandi tujuh bulanan memiliki nilai kebaikan yang patut dilestarikan karena berisi doa keselamatan bagi ibu dan bayi.
“Tradisi ini bagus sekali karena berisi rangkaian doa dari kerabat, famili, dan para sesepuh. Dalam Islam, doa yang paling mudah diijabah adalah doa orang tua kepada anaknya serta doa guru kepada santrinya,” katanya, Jumat, 3 April 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ritual adat, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan keluarga sekaligus memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Sementara itu, Sudarsono, orang tua dari Riko Hartono yang menyelenggarakan acara mandi tujuh bulanan bagi menantunya Windi, mengatakan kegiatan itu digelar sebagai bentuk permohonan doa dari keluarga besar.
“Mandi tujuh bulanan ini kami selenggarakan untuk memohon doa para keluarga dan sesepuh agar proses melahirkan berjalan lancar,” ujarnya.
Ia berharap cucu yang akan lahir nantinya diberikan kesehatan serta kesempurnaan fisik dan batin, serta menjadi anak yang saleh atau salehah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....