UMKM Sampang Didorong Naik Kelas Melalui Digitalisasi Usaha

  • 09 Jun 2026 11:43 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Sampang terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan di tengah persaingan ekonomi modern.

Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Diskopindag Sampang, Evi Hariati, mengatakan hingga pertengahan Juni 2026 jumlah pelaku usaha di Kabupaten Sampang mencapai 30.214 unit.

"Jumlah tersebut terdiri atas berbagai kategori usaha mulai dari wirausaha baru, pedagang kaki lima, usaha mikro, wirausaha pemula, hingga usaha kecil dan menengah yang terus berkembang," katanya saat dialog interaktif di RRI Sampang, Selasa, 9 Juni 2026.

Menurut Evi, UMKM memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian daerah. Peran tersebut terlihat jelas saat masa pandemi COVID-19 ketika banyak sektor usaha mengalami perlambatan. Namun, sektor makanan dan minuman yang didominasi pelaku UMKM tetap mampu bertahan dan menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Sampang.

"Kontribusi UMKM terhadap perekonomian daerah saat ini mencapai sekitar 14,99 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sektor makanan dan minuman menjadi penyumbang terbesar, baik melalui pedagang kaki lima, usaha rumahan, kios, toko, maupun restoran yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Sampang," ucapnya.

Evi menilai digitalisasi menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha saat ini. Melalui pemanfaatan internet, media sosial, dan marketplace, produk UMKM tidak hanya dikenal masyarakat sekitar, tetapi juga berpeluang menjangkau konsumen dari berbagai daerah bahkan luar negeri sehingga potensi penjualan menjadi lebih besar.

"Salah satu contoh keberhasilan pemanfaatan teknologi digital dapat dilihat pada produk kerupuk kipas asal Kecamatan Sreseh. Berkat pemasaran secara daring, produk tersebut mampu menembus pasar di luar Kabupaten Sampang. Keberhasilan itu menunjukkan bahwa digitalisasi dapat membuka peluang usaha yang lebih luas bagi pelaku UMKM," ujarnya.

Untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam bidang digital, Diskopindag Sampang secara rutin menggelar pelatihan pemasaran digital.

"Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan UMKM dalam memanfaatkan media sosial serta marketplace sehingga mampu bersaing, berkembang, dan naik kelas di era digital saat ini," katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....