Hilirisasi UMKM Dorong Inovasi, Gen Z Jadi Target Pasar

  • 06 Apr 2026 19:01 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang – Hilirisasi produk UMKM kini menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan daya saing usaha kecil di Jawa Timur. Proses ini tidak hanya sekadar mengolah bahan mentah menjadi produk jadi atau setengah jadi yang lebih bernilai jual, tetapi juga menekankan pemanfaatan teknologi dan inovasi agar produk UMKM mampu menembus pasar yang lebih luas.

Feri Ramadhan, Duta UMKM Jawa Timur 2024, menegaskan bahwa hilirisasi adalah kunci agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.

“Dengan hilirisasi, produk kriya yang awalnya sederhana bisa memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM,” ujarnya. Senin 6 April 2026.

Ketertarikan Feri pada UMKM berawal sejak kepindahannya ke Surabaya pada 2021. Saat itu, ia aktif berjualan karya seni berbahan limbah plastik dan kain perca. Dari bros, dompet hias, hingga jasa lukis pada gamis dan hijab, semua ia kembangkan dengan sentuhan kreatif.

“Aktivitas ini kemudian membawa saya bergabung dengan komunitas UMKM dan akhirnya terpilih sebagai Duta UMKM Jawa Timur,” ucapnya.

Sebagai Duta UMKM, Feri menjalankan proyek advokasi Buah Karya yang berfokus pada inkubasi bisnis seni kriya.

“Saya berkolaborasi dengan lima pelaku UMKM di Jawa Timur, mulai dari pengrajin batik Sampang, Pasuruan, hingga ekoprint Surabaya. Kolaborasi ini diwujudkan dalam pameran kampus, branding kemasan, hingga pendampingan legalitas usaha seperti NIB dan sertifikasi halal,” ujarnya.

Feri juga menekankan pentingnya branding dan adaptasi terhadap tren generasi muda. Menurutnya, batik yang dulu dianggap kuno kini bisa diposisikan sebagai identitas modern.

“Kita harus bisa memproposisikan batik sebagai identitas Gen Z. Dengan inovasi desain dan pemasaran digital, batik bisa kembali populer,” jelasnya.

Selain itu, Feri aktif mengajarkan pelaku UMKM tentang pemanfaatan teknologi digital. Ia menilai bahwa era globalisasi menuntut UMKM untuk memahami tren pasar, terutama perilaku konsumen Gen Z yang mendominasi.

“UMKM harus paham bagaimana memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memperluas pasar,” tambahnya.

Dengan misi tersebut, Feri berharap UMKM Jawa Timur mampu bersaing di era global sekaligus menjaga kekayaan budaya lokal agar tetap hidup dan bernilai ekonomi. Hilirisasi, inovasi, dan adaptasi menjadi tiga pilar utama yang ia dorong agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh lebih kuat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....