"Souffle Pancake" dan Geliat Ekonomi Kreatif Lokal
- 01 Nov 2025 18:26 WIB
- Sampang
KBRN, Sampang: Masuknya tren kuliner modern seperti Souffle Pancake yang viral, membawa lebih dari sekadar rasa manis dan tekstur lembut bagi masyarakat Sampang. Hal ini memicu gelombang baru dalam ekonomi kreatif lokal.
Di kabupaten yang selama ini identik dengan kuliner tradisional Bebek Songkem dan Sate Madura, kehadiran jajanan kekinian ini menjadi penanda pergeseran perilaku konsumsi, terutama di kalangan generasi muda yang haus akan pengalaman kuliner baru yang Instagramable.
Fenomena souffle pancake telah membuka peluang usaha baru yang siginifikan. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang berani mengambil risiko untuk mengadopsi resep dan teknik pembuatan kue bergaya Jepang ini. Hal ini membuktikan bahwa inovasi tidak harus mematikan tradisi, melainkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.
Peran media sosial sangat dominan dalam mempercepat popularitas souffle pancake di Sampang. Foto dan video singkat yang menampilkan souffle pancake dan sensasi lumer di mulut menjadi promosi paling efektif dan berbiaya rendah.
Keterlibatan food vlogger lokal dan unggahan dari konsumen pribadi di Instagram dan TikTok menciptakan efek besar, menarik perhatian dari luar daerah dan bahkan dari Kabupaten Madura lainnya. Inilah contoh nyata bagaimana teknologi digital mampu mengubah lanskap pemasaran kuliner secara instan.
Siti Aisyah, seorang pecinta kuliner melihat adanya kuliner baru di Sampang sebagai angin segar."Awalnya saya penasaran karena lihat di beranda medsos tentang Souffle Pancake ini. Setelah coba, ternyata enak, apalagi yang rasa cokelat keju," ucapnya kepada RRI.co.id, Sabtu (1/11/2025).
Ia merasa bangga dengan para pemuda yang punya kreatifitas dalam berjualan. Mereka mau keluar dari zona nyaman dan berani bersaing. Ini bukti bahwa Sampang juga bisa punya kuliner modern yang hits.
Dengan adanya dorongan dari inovasi seperti Souffle Pancake, Pemerintah Kabupaten Sampang diharapkan dapat lebih fokus mendukung UMKM yang bergerak di sektor makanan termasuk makanan modern. Keseimbangan antara mempertahankan kekayaan kuliner tradisional yang otentik dan memfasilitasi tren food and beverage (F&B) kekinian akan menjadi kunci dalam menjadikan Sampang sebagai destinasi wisata kuliner yang lebih beragam dan dinamis di Pulau Madura.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....