Mahasiswa KKN UIM Ciptakan Branding Jamu Tradisional Pamekasan
- 16 Jul 2025 07:24 WIB
- Sampang
KBRN, Pamekasan: Sejumlah mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Islam Madura Posko 18 Desa Montok, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, mengangkat potensi jamu tradisional sebagai salah satu warisan budaya yang kaya akan manfaat kesehatan dan sangat erat kaitannya dengan tradisi masyarakat Madura.
Dalam upaya tersebut, para mahasiswa KKN Universitas Islam Madura Posko 18 bekerja sama dengan produsen jamu lokal di desa tersebut untuk memperkenalkan dan membangun citra jamu tradisional Madura melalui branding yang lebih modern dan menarik bagi pasar yang lebih luas.
Tujuan program ini adalah untuk mengangkat potensi jamu tradisional yang sudah ada sejak lama, dan memberikannya sentuhan branding yang lebih menarik agar lebih dikenal oleh masyarakat luas, terutama generasi muda.
Menurut Endang Triwahyurini, selaku Dosen Pembimbing Lapang (DPL) menyampaikan meskipun jamu tradisional Madura dikenal memiliki banyak manfaat, tetapi selama ini produk-produk tersebut kurang memiliki identitas yang kuat dan kurang terekspos dengan baik. Sehingga perlu menciptakan konsep branding meliputi pengemasan produk yang lebih menarik, desain logo, serta pemanfaatan media sosial untuk memperkenalkan jamu Madura kepada masyarakat umum.
"Jamu tradisional milik Ibu Mustihah adalah salah satu produsen jamu tradisional di Desa Montok. Jamu tradisional ramuan Madura milik Ibu Mustihah dikenal kuat khasiatnya oleh masyarakat sekitar dan sudah sampai generasi ke lima hingga saat ini, namun pemasarannya masih sebatas pasar lokal dan belum berkembang omsetnya," ucapnya, Rabu (16/7/2025).
"Dalam branding ini, tidak hanya fokus pada desain visual, tetapi juga memanfaatkan narasi tentang sejarah dan khasiat jamu yang sudah turun-temurun. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan minat masyarakat, khususnya generasi milenial, untuk lebih peduli terhadap produk-produk lokal."

Selain itu, para mahasiswa juga melakukan pelatihan kepada perajin jamu untuk mengoptimalkan proses produksi, menjaga kualitas, dan meningkatkan standar kebersihan dalam pembuatan jamu. Mereka berharap, dengan adanya perhatian lebih pada kualitas dan branding yang baik, jamu tradisional Madura bisa menjadi pilihan utama bagi konsumen yang peduli dengan kesehatan dan kelestarian jamu tradisional Madura.
Branding yang diberikan pada salah satu produsen jamu adalah “Jamu Tradisional Ibu Mustihah” Dengan kampanye branding, para mahasiswa KKN juga melakukan promosi melalui berbagai platform digital, seperti Instagram dan TikTok.
Pemerintah Desa Montok dan masyarakat setempat menyambut baik dan support program ini. Inisiatif mahasiswa KKN ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik untuk perekonomian lokal maupun untuk pelestarian jamu tradisional khas ramuan Madura yang kaya akan khasiat dan keunikan budaya Madura.
"Dengan sinergi antara masyarakat dan generasi muda, tidak menutup kemungkinan bahwa jamu tradisional Madura akan menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional," katanya, mengakhiri
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....