Hikmah Pandemi COVID-19: Dari Perantau Sukses Agen BRILink di Kampung

  • 28 Jun 2026 09:46 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Di sebuah toko kecil di Desa Kamondung, Kecamatan Omben, Sampang, suara mesin transaksi berpadu dengan obrolan ringan warga. Rak-rak penuh gantungan casing ponsel, kartu perdana, dan paket data murah menjadi latar keseharian.

Di balik kaca etalase, seorang pria ber kopyah rajut berusia 40 tahun sibuk melayani pelanggan yang datang silih berganti. Dialah Zainal Abidin, mantan perantau yang kini menjadikan toko sederhana miliknya sebagai pusat layanan keuangan desa BRILink Mawar Cell.

BACA JUGA: Dari HP Jadul ke Tabungan Haji: Kisah Muzammah Agen BRILink Camplong

“Kalau dulu ambil uang di bank harus antre berjam-jam, sekarang warga bisa tarik tunai di sini sambil beli pulsa atau kartu data,” ujarnya sambil tersenyum. Di temuai di sela-sela kesibukannya meyalani para warga yang datang silih berganti. Sabtu, 27 Juni 2026.

Perjalanan Zainal menemukan hikmah dari badai pandemi COVID-19. Setelah dua dekade bekerja di Jakarta, ia pulang kampung tanpa rencana matang. Dari toko kecil yang hanya menjual jajanan anak-anak, kini lahir sebuah layanan yang mengurai antrean panjang di bank dan memberi kemudahan bagi masyarakat desa sekitar.

Zainal Abidin sedang melayana warga yang sedang antri untuk melakukan transaksi tarik dan stror tunai

Dari Perantauan ke Kampung Halaman

Sejak lulus sekolah, Zainal sudah merantau. Ia bekerja di berbagai perusahaan di Jakarta selama hampir 20 tahun. Hidup di kota besar membuatnya terbiasa dengan kerasnya persaingan. Namun, pandemi COVID-19 tahun 2020 menjadi titik balik.

BACA JUGA: Kisah Nenek di Ujung Kampung Bangkalan Sukses Pertahankan Juragan Desa

“Setiap hari dengar kabar orang kena COVID, teman kerja banyak yang kena. Saya mulai nggak bisa tidur. Akhirnya saya putuskan pulang kampung,” kenangnya.

Tanpa surat resign, ia kembali ke Madura bersama kakaknya. Keputusan itu menjadi awal perjalanan baru.

Awal Usaha: Toko Kecil dan Pulsa

Sesampainya di Desa Kamondung, Zainal memulai dari nol. Ia membuka toko kecil yang menjual jajanan anak-anak dan pulsa. Perlahan, ia melihat peluang baru kebutuhan warga untuk bertransaksi tanpa harus ke kota.

“Jadi saya berfikir waktu itu, baggaimana solusinya agar orang tidak harus antri lama di Bank, dari situ lahirlah BRILink Mawar Cell,” ucapnya mengenang awal sebelum membuka agen BRIlink.

Dua warga sedang menunggu untuk melakukan transaksi tarik tunai

Awal Tertarik ke BRILink

Pengalaman panjang mengantre di bank membuat Zainal berpikir. “Kalau berangkat jam 8 pagi, bisa pulang jam 12 siang. Antrinya lama sekali,” ujarnya.

BACA JUGA: Kisah Mantan TKI Berlabuh ke Jembatan Keuangan Desa

Ia berinisiatif bekerja sama dengan BRI. Setelah memenuhi syarat dan melalui survei, ia resmi menjadi agen BRILink. Awalnya hanya tiga hingga lima nasabah per hari, banyak yang ragu bahkan marah karena ada biaya admin. Namun dengan kesabaran, Zainal menjelaskan bahwa ia hanyalah perpanjangan tangan bank.

“Saya jelaskan pelan-pelan, lama-lama masyarakat paham. Sekarang mereka percaya dan terbiasa,” katanya.

Duka dan Risiko Awal

Awal bergabung, Zainal belajar mandiri tanpa bimbingan resmi. Ia mencari informasi di internet dan bertanya kepada sesama agen. Kesalahan pun tak terhindarkan.

“Awalnya senang sekali ada orang transaksi. Jangan mikir admin, didatangi orang saja sudah senang. Tapi karena nolnya kurang, akhirnya saya yang tekor,” kenangnya.

Ia pernah salah mengetik nominal hingga rugi jutaan rupiah. Namun, bukannya menyerah, Zainal menjadikannya motivasi untuk lebih teliti.

Agen BRILink Mawar Cell tampak dari luar

Tantangan dari Keluarga

Awalnya, keluarga tidak mendukung. Sebagian besar masih menganggap bank identik dengan riba. Apalagi Zainal berasal dari lingkungan dekat pondok pesantren.

“Saya jelaskan pelan-pelan, bahwa tidak semua sistem itu riba. Ada akadnya, ada syariahnya. Kalau pelanggan setuju dengan biaya admin, itu bukan riba. Butuh waktu beberapa bulan untuk meyakinkan keluarga agar mau mendukung,” tuturnya.

Kini, sang istri Hodarotul Adawiyah (35) justru menjadi pendukung utama. Ia ikut membantu transaksi, bahkan belajar cara mengoperasikan mesin BRILink agar bisa menggantikan suami ketika sedang keluar.

“Saya bangga dengan usaha suami. Awalnya memang ragu, tapi sekarang saya ikut mendukung dan membantu transaksi di BRILink Mawar Cell. Usaha ini bukan hanya mencari keuntungan, tapi juga membantu warga sekitar,” ujarnya.

Perkembangan dan Kepercayaan

Kini, BRILink Mawar Cell melayani lebih dari 100 nasabah setiap hari, dengan perputaran uang mencapai ratusan juta rupiah. Layanan ini bahkan menjadi tempat pencairan bantuan sosial seperti PKH yang rutin dilakukan setiap tiga bulan.

“Sekarang masyarakat sudah percaya. Dari minimarket, pedagang, sampai penerima bantuan, semua datang ke sini,” kata Zainal.

Salah satu warga, Ibu Syarifah, mengaku sangat terbantu dengan adanya BRILink Mawar Cell.

“Alhamdulillah, dengan adanya BRILink Mawar Cell saya tidak perlu jauh-jauh ke kota. Semua transaksi bisa dilakukan di sini, lebih cepat dan aman,” kata ibu berkerudung itu.

Infografis agen BRILink Mawar Cell

Apresiasi dari BRI

Perjuangan Zainal tidak hanya mendapat kepercayaan masyarakat, tetapi juga apresiasi dari BRI. Vini Dwi Jayanti, Petugas Penunjang Bisnis Keagenan (PPBK) BRI BO BRI BO Sampang.

“Agen ini memiliki dua unit, yaitu Mawar Cell dan Zainal Abidin. Saat ini Zainal Abidin berada di kelas Juragan dan Mawar Cell di kelas Jawara. Pencapaian yang sangat luar biasa dan konsisten di setiap bulannya, semoga terus bisa di pertahankan dan di kembangkan,” harapnya

Kisah Zainal Abidin adalah cerita tentang keteguhan hati. Dari perantau yang kehilangan arah akibat pandemi, ia bangkit menjadi pelaku ekonomi desa yang membantu banyak orang. Dari belajar mandiri tanpa bimbingan, menghadapi kerugian jutaan rupiah, hingga meyakinkan keluarga bahwa perbankan bisa dijalankan sesuai syariah, ia tetap berdiri tegak dan berdampak nyata kepada masyarakat sekitar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....