Gen Z Harus Melek Investasi untuk Lawan Inflasi
- 16 Apr 2026 12:45 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Generasi Z kini semakin dituntut untuk memahami pentingnya investasi sebagai cara melawan inflasi dan menjaga nilai aset. Dengan edukasi yang marak di media sosial, anak muda mulai tertarik mempelajari instrumen keuangan yang sesuai dengan profil risiko mereka. Investasi tidak lagi dianggap rumit, melainkan sebagai langkah membangun masa depan yang lebih stabil dan terencana.
Bintang Evan Syaikah, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Madura (UTM), dalam dialog interaktif diprogram Inflasi dan Investasi RRI Samapang mengaku mulai mengenal istilah inflasi dan investasi sejak duduk di bangku sekolah menengah atas.
“Ketertarikan saya muncul setelah melihat berbagai edukasi investasi di media sosial yang banyak menyasar generasi muda. Jadi investasi penting untuk melawan inflasi agar nilai aset tidak tergerus,” ucapnya. Kamis, 16 April 2026.
Sebagai pemula, Bintang memilih instrumen investasi yang lebih aman seperti reksadana pasar uang. Ia menilai instrumen ini cocok bagi generasi muda dengan modal kecil karena fluktuasinya relatif stabil.
“Saat ini banyak yang menawarkan investasi reksadana mulai dari Rp10.000 hingga Rp100.000, sehingga semakin terjangkau bagi kalangan mahasiswa,” ujarnya.
Bintang sendiri mengaku masih belajar dan berharap bisa memperdalam pengetahuan investasi. Baginya, reksadana pasar uang adalah langkah awal yang tepat sebelum mencoba instrumen lain dengan risiko lebih tinggi.
Dalam dialog yang sama, Ris Yuwono Yudo Nugroho, Dosen Jurusan Ilmu Ekonomi sekaligus Koordinator Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menambahkan dalam teori investasi berlaku prinsip high risk, high return. Artinya, semakin tinggi risiko, semakin besar pula potensi keuntungan. Ia membagi instrumen investasi ke dalam empat kategori: konservatif, moderat, agresif, dan sangat agresif.
“Instrumen konservatif mencakup tabungan, deposito, dan reksadana pasar uang. Obligasi negara masuk kategori moderat, sementara saham dan modal usaha dikategorikan agresif. Adapun kripto dan trading harian termasuk sangat agresif dengan risiko dan keuntungan yang sama-sama tinggi,” kata Ris Yuwono.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap investasi bodong yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Menurutnya, iming-iming keuntungan tinggi biasanya berbanding lurus dengan risiko besar.
“Kami menyarankan masyarakat untuk selalu mengecek legalitas lembaga investasi di situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” imbuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....