Sampang Perkuat Posisi sebagai Sentra Garam Jawa Timur
- 02 Sep 2026 21:01 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Kabupaten Sampang merupakan salah satu sentra produksi garam terbesar di Jawa Timur dengan garis pantai yang panjang dan kawasan pesisir yang landai.
- Produksi garam di Sampang telah berkembang sejak masa kolonial Belanda dan hingga kini masih menjadi aktivitas ekonomi utama masyarakat pesisir.
- Kondisi iklim yang mendukung menjadikan Sampang memiliki potensi besar untuk pengembangan tambak garam rakyat sebagai sumber mata pencaharian.
RRI.CO.ID, Sampang — Kabupaten Sampang memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra produksi garam terbesar di Jawa Timur. Garis pantai yang panjang, kawasan pesisir yang landai, serta kondisi iklim yang mendukung menjadikan daerah ini telah lama berkembang sebagai wilayah produksi garam rakyat sejak masa kolonial Belanda.
Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sampang, M. Mahfud, mengatakan sebagian besar kawasan pesisir Sampang memang dirancang sebagai areal tambak garam sejak zaman Belanda. Hingga kini, aktivitas produksi garam masih berlangsung dan menjadi mata pencaharian utama masyarakat di sejumlah kecamatan pesisir.
"Secara geografis kawasan pesisir Sampang landai dan memang sejak zaman Belanda sudah menjadi kawasan tambak garam. Hingga sekarang aktivitas itu terus berlanjut," kata Mahfud, Rabu 02 September 2026.
Menurutnya, keberadaan petak-petak garam yang masih dimanfaatkan hingga saat ini menjadi bukti panjangnya sejarah industri garam di Kabupaten Sampang. Bahkan, di sekitar tambak lama terus bermunculan lahan produksi baru yang memperluas areal tambak garam rakyat dari tahun ke tahun.
Mahfud menjelaskan, potensi tersebut didukung luas lahan tambak garam yang tersebar di sejumlah kecamatan pesisir seperti Sreseh, Pangarengan, Camplong, Jrengik, Torjun, hingga Ketapang.
"Pada 2026, DKP Sampang menargetkan produksi garam rakyat mencapai sekitar 310 ribu ton, dengan harapan mampu memenuhi kebutuhan industri maupun konsumsi nasional,"tuturnya.
Meski memiliki potensi besar, Mahfud mengakui sektor garam masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari ketergantungan terhadap cuaca, fluktuasi harga di tingkat petambak, hingga perlunya peningkatan kualitas produksi.
"Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan pembinaan, pelatihan, serta mendorong penerapan teknologi produksi agar garam rakyat memiliki kualitas lebih baik dan nilai jual yang lebih tinggi," jelasnya.
Mahfud berharap penguatan sektor pergaraman tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mampu mendongkrak kesejahteraan ribuan petambak garam serta mempertahankan posisi Sampang sebagai salah satu lumbung garam terbesar di Jawa Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....