Produksi Garam Sampang Ditarget 325 Ribu Ton pada Tahun 2026
- 28 Jul 2026 19:20 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang – Pemerintah Kabupaten Sampang menargetkan produksi garam rakyat mencapai 325 ribu ton pada 2026. Target itu dipatok seiring kondisi cuaca yang mulai stabil dan dinilai mendukung proses kristalisasi garam. Namun, di tengah optimisme pemerintah, petani masih menghadapi persoalan rendahnya harga jual hasil panen.
Kepala Bidang Budidaya dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sampang M. Mahfud mengatakan produksi garam tahun ini ditopang lahan tambak seluas sekitar 3.200 hektare. Menurut dia, cuaca yang lebih baik dibanding beberapa bulan sebelumnya menjadi faktor penting dalam meningkatkan produksi.
"Target produksi garam tahun 2026 mencapai 325 ribu ton. Kondisi cuaca yang mulai stabil diharapkan mampu mendukung proses produksi sehingga target tersebut bisa tercapai," kata Mahfud, Selasa 28 Juli 2026.
Mahfud mengatakan sebagian tambak garam di Sampang memang telah beralih fungsi menjadi kawasan permukiman. Meski begitu, pemerintah tetap optimistis produksi meningkat dibanding stok garam yang saat ini tercatat sekitar 42 ribu ton sehingga target produksi dapat terpenuhi.
Di tingkat petani, kondisi tersebut belum sepenuhnya berdampak terhadap peningkatan pendapatan. Mohdi, petani garam asal Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, mengatakan harga garam kualitas 1 saat ini hanya mencapai Rp50 ribu per sak berisi 70 kilogram.
"Dari harga itu masih dipotong ongkos angkut Rp10 ribu per sak, sehingga yang kami terima tinggal sekitar Rp40 ribu," ujar Mohdi.
Mohdi berharap pemerintah mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga garam rakyat.
"Rendahnya harga jual dan tingginya biaya distribusi masih menjadi persoalan utama yang dihadapi petani garam di sejumlah sentra produksi di Kabupaten Sampang," ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....