Batik Aromaterapi Madura Siap Tembus Pasar Ekspor Global

  • 31 Jul 2025 13:17 WIB
  •  Sampang

KBRN, Bangkalan: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura (FEB UTM) bersama Clack Atlanta University (CAU) dari Amerika Serikat menyatukan komitmen untuk mendorong Batik Aromaterapi sebagai komoditas ekspor unggulan Madura melalui program Desa Devisa Inklusif. Kolaborasi internasional ini diwujudkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Tenggun Dajah, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan.

Dalam kegiatan tersebut, tim FEB UTM dan CAU melakukan identifikasi masalah serta merumuskan solusi bagi para pengrajin Batik Aromaterapi. Tema yang diusung adalah “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Melalui Digitalisasi Pemasaran Produk Batik Aromaterapi Menuju Desa Devisa Inklusif.” Para akademisi dari bidang manajemen, akuntansi, pemberdayaan masyarakat, hingga perencanaan dilibatkan secara aktif.

Dekan FEB UTM, Sutikno, menekankan kesiapan penuh sivitas akademika untuk mendukung pengembangan usaha batik.

“Salah satu strategi yang akan ditempuh adalah menggandeng lembaga seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) agar pengrajin bisa memperoleh pendampingan finansial maupun nonfinansial melalui program Coaching untuk eksportir baru, Business Matching, dan Community Development,” ungkapnya. Kamis (31/7/2025)

Dia menambahkan, pengabdian masyarakat ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada dampak sosial yang lebih luas, seperti pengurangan kemiskinan dan pengangguran.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi pengrajin agar Batik Aromaterapi menjadi ikon ekspor yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat pedesaan Madura,” ujarnya.

Sementara itu, Diaeldin Mohamed Osman Clack Atlanta University (CAU) dari Amerika Serikat, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi pengrajin Batik Al Waris, yang mampu menembus pasar ekspor meski berasal dari wilayah terpencil dengan keterbatasan infrastruktur seperti listrik dan akses internet. Ia mendorong agar pelaku usaha terus berinovasi dan mengikuti tren global, mencontohkan keberhasilan tokoh seperti Elon Musk yang berani bermimpi dan bekerja keras.

“Jangan takut bermimpi. Meski berada di desa, produk batik lokal bisa menjadi primadona dunia jika dikerjakan dengan semangat, kreativitas, dan strategi yang tepat,” ungkap Diaeldin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....