Gandeng CAU, FEB UTM Mencanangkan Desa Devisa Inklusif

  • 28 Jul 2025 07:39 WIB
  •  Sampang

KBRN, Bangkalan: Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menjalin kerja sama internasional dengan Clark Atlanta University (CAU) dari Georgia, Amerika Serikat dengan mencanangkan Desa Devisa Inklusif di Kabupaten Sumenep, sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat dalam menjalankan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pengabdian masyarakat ini mengusung konsep “Optimalisasi Potensi Kelor (Moringa Oleifera) Menuju Desa Devisa Inklusif” menggabungkan pengembangan potensi ekspor komoditas kelor dengan prinsip inklusivitas. Seluruh elemen masyarakat desa termasuk kelompok rentan berpartisipasi aktif dan memperoleh manfaat ekonomi, kesehatan, dan sosial dari kegiatan berbasis kelor tersebut.

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas olahan kelor, meningkatkan akses pasar, termasuk ekspor, memberdayakan seluruh warga desa secara inklusif dan menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan,” kata Dekan FEB UTM, Sutikno kepada RRI.co.id. Senin (28/7/2025)

Sutikno menyampaikan, bahwa nilai utama program ini adalah tanggung jawab akademik terhadap kualitas hidup masyarakat:

“Kami ingin kelor menjadi trigger kehidupan yang lebih sehat dan cerdas. Masyarakat harus tahu bahwa kelor punya kandungan zat dan protein luar biasa untuk kesehatan. Ini bukan semata ekonomi, tapi kemanusiaan dan kebersamaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kelor,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Osman dari Clark Atlanta University (CAU) memaparkan tiga kunci utama agar kelor bisa menjadi komoditas unggulan ekspor andalan Madura. Standar kualitas internasional, Produk harus melalui pengujian laboratorium untuk menjamin kandungannya. Kemasan informatif dan berbahasa internasional agar dapat dimengerti oleh konsumen global. Kemitraan multipihak, menggandeng kampus, UMKM, dan pelaku industri lokal untuk mengembangkan produksi dan pemasaran secara berkelanjutan

“Kami akan membawa sampel produk ke laboratorium kampus kami, dan bantu memastikan kualitasnya. Akademisi punya peran penting untuk mendorong inovasi yang berdampak langsung pada pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja,” kata Prof. Osman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....