Kasus PMK di Jatim Meningkat, Vaksinasi Kembali Digencarkan
- 03 Feb 2026 10:10 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Bangkalan – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sejumlah daerah Jawa Timur kembali menunjukkan peningkatan. Meski demikian, Pulau Madura, termasuk Kabupaten Bangkalan, hingga awal Februari 2026 masih tercatat nol kasus.
“Kondisi ini sebagai keuntungan geografis karena adanya barier laut serta pos karantina di Suramadu yang membantu menghambat laju masuknya penyakit,” kata Drh. Ali Makki Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bangkalan, kepada RRI.co.id. Selasa 3 Februari 2026.
Ia menjelaskan vaksin PMK telah diterima dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Rabu, 28 Januari 2026. Pelaksanaan vaksinasi dijadwalkan dalam waktu dekat, setelah dilakukan sosialisasi juknis terbaru kepada dokter hewan dan paramedik.
“Perubahan juknis cukup signifikan dibanding tahun lalu, sehingga perlu penyesuaian agar petugas tidak dirugikan,” ujarnya.
Ali Makki menambahkan, alokasi vaksin sebanyak 20 ribu dosis ditargetkan selesai dalam dua bulan dengan melibatkan 50 petugas. Mekanisme perjalanan dinas membatasi capaian vaksinasi, di mana setiap petugas hanya bisa menyuntik 10 ekor per hari.
“Dengan keterbatasan ini capaian maksimal vaksinasi tahun ini diperkirakan hanya sekitar 90 ribu ekor dari total populasi ternak 140 ribu ekor di Bangkalan,” ucapnya.
Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi akan berlangsung dalam dua tahap di Februari, yakni 4–13 Februari dan 18–27 Februari, kemudian dilanjutkan pada Maret.
Sementara itu, seorang peternak asal Kecamatan Galis, Bangkalan, Syahril Abdillah, berharap pemerintah tidak hanya mengandalkan vaksinasi, tetapi juga memperketat screening terhadap perpindahan sapi dari Jawa ke Madura.
“Kasihan petani kalau setiap tahun, apalagi menjelang Idul Adha, harus menghadapi penyakit yang merugikan. Padahal momen itu sangat diharapkan peternak,” kata Syaril dengan mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....