Relawan Bangkalan Perkuat Jejaring Tangguh Hadapi Bencana
- 17 Des 2025 11:58 WIB
- Sampang
KBRN, Bangkalan: Upaya mitigasi dan respons bencana di Kabupaten Bangkalan semakin diperkuat melalui kolaborasi lintas komunitas, relawan, dan pemerintah daerah.
Kalaksa BPBD Bangkalan, Moh. Zainul Qomar dalam dialog interaktif kentongan bersama RRI Sampang, menyampaikan jejaring kemanusiaan di Bangkalan kini semakin solid, baik untuk penanganan bencana lokal maupun bantuan kemanusiaan ke luar daerah.
Salah satu dukungan datang dari Komunikasi Monitoring Indonesia (KMI), yang baru saja melantik kepengurusan Bangkalan melalui Mayjen Purnawirawan Marinir Yung Lelana. Organisasi ini turut menyalurkan donasi sebesar Rp4.600.000 untuk korban bencana di Sumatera melalui pos resmi BPBD.
“Kami semakin mengakrabkan kemanusiaan, saling berbagi kepada saudara-saudara yang sedang berduka,” ujar Qomar, Rabu (17/12/2025)
Bangkalan kini memiliki Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang anggotanya tersebar hingga kecamatan dan desa. Struktur ini membentuk Kecamatan Tangguh Bencana dan Desa Tangguh Bencana, yang berfungsi mempercepat pelaporan kejadian seperti banjir, petir, hingga longsor.
“Begitu ada laporan, kita langsung turun dan berkoordinasi dengan PUPR untuk penanganan cepat,” katanya.
Contoh terbaru terjadi di Kecamatan Kokop, di mana longsor yang menghubungkan empat desa segera ditangani. Sesuai aturan darurat, perbaikan harus selesai dalam 14 hari.
“Kami bekerja bersama Dinas Sosial, KBKS, dan dinas pendidikan untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat,” ucapnya.
Selain respons darurat, BPBD Bangkalan memperkuat edukasi mitigasi melalui bidang pencegahan dan kedaruratan. Edukasi diberikan kepada masyarakat, sekolah, hingga kelompok rentan seperti lansia di daerah rawan puting beliung. Logistik darurat juga disiapkan, sementara pascabencana dilakukan pendataan dan rekonstruksi.
“Kita tidak hanya menunggu bencana, tapi terus mengantisipasi,” kata Qomar.
BPBD juga menggandeng PMI, Polri, LSM lingkungan, serta Karang Taruna untuk mengedukasi warga agar tidak membuang sampah ke sungai yang dapat menyebabkan pendangkalan. Warga yang tinggal dekat aliran sungai diimbau menjaga kebersihan dan tidak menambah risiko banjir.
Terkait cuaca ekstrem, BPBD mengimbau masyarakat memangkas pohon tinggi di sekitar rumah tanpa mematikannya. Data BMKG menunjukkan potensi angin kencang hingga tanggal 20, sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan. Imbauan disampaikan melalui media, surat edaran camat, hingga kepala desa.
“Kami terus mewanti-wanti masyarakat untuk saling menginformasikan kondisi di lapangan. Media juga menjadi bagian penting dalam edukasi kebencanaan,” ujar Qomar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....