Generasi Muda Terlibat Aktif Melestarikan Karapan Sapi Madura

  • 04 Okt 2026 05:02 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Generasi muda menjadi pilar utama keberlanjutan tradisi karapan sapi di Kabupaten Sampang dengan keterlibatan aktif di setiap tahap penyelenggaraan.
  • Mayoritas pelaksanaan teknis lapangan ditangani oleh kalangan muda, sementara generasi tua berperan sebagai pemilik sapi.
  • Keterlibatan lintas generasi ini memastikan warisan budaya leluhur tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

RRI.CO.ID, Sampang - Tradisi karapan sapi di Kabupaten Sampang, Madura, terus melibatkan generasi muda dalam setiap penyelenggaraannya. Mereka berperan aktif mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga kegiatan setelah perlombaan, sehingga keberlangsungan budaya warisan leluhur tetap terjaga.

Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Sampang, Abd Basit, mengatakan keterlibatan generasi muda menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi karapan sapi. Bahkan, sebagian besar pelaksanaan teknis di lapangan dilakukan oleh kalangan muda, sedangkan generasi yang lebih tua umumnya berperan sebagai pemilik sapi.

"Setiap kali karapan sapi digelar, di situ pasti ada generasi muda. Dari sisi persiapannya, pelaksanaannya, bahkan pasca pelaksanaan, keterlibatan generasi muda sangat ada dan sangat masif," ujar Basit, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Menurutnya, generasi muda memiliki kemampuan fisik yang dibutuhkan untuk menjalankan berbagai aktivitas dalam perlombaan, termasuk mengendalikan sapi dan mengatur berbagai kebutuhan teknis di arena.

"Keterlibatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi mereka untuk mempelajari tradisi karapan sapi secara langsung," katanya.

Basit menilai, regenerasi pelaku budaya dalam karapan sapi telah berlangsung melalui keterlibatan aktif generasi muda di setiap kegiatan.

"Mereka tidak hanya menyaksikan perlombaan, tetapi juga ikut menjalankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Madura," ujarnya.

Dia menjelaskan, keberadaan generasi muda dalam karapan sapi menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan budaya.

"Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan dapat menjadi bekal untuk meneruskan tradisi tersebut pada masa mendatang," ucapnya.

Basit berharap keterlibatan generasi muda terus terjaga agar karapan sapi tetap menjadi identitas budaya masyarakat Madura sekaligus dikenal oleh generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....