Budayawan Soroti Banyaknya Aset Sejarah Sampang yang Belum Terdokumentasi
- 23 Jun 2026 19:22 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Kabupaten Sampang dinilai memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang besar, namun hingga kini banyak aset budaya, tradisi, serta tokoh yang menyimpan pengetahuan sejarah lokal belum terdokumentasi secara optimal. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengancam keberlangsungan warisan budaya daerah di masa depan.
Budayawan Sampang, R. Tumenggung Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo, mengatakan upaya pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui penyelenggaraan kegiatan seni dan festival tahunan. Menurutnya, langkah paling mendasar yang harus dilakukan pemerintah adalah melakukan pendataan menyeluruh terhadap potensi budaya dan sejarah yang tersebar di berbagai wilayah.
“Banyak orang yang memahami sejarah Sampang, menguasai bahasa daerah, kesenian tradisional, hingga adat istiadat lokal. Namun keberadaan mereka belum terpetakan dengan baik sehingga pengetahuan yang dimiliki berisiko hilang seiring berjalannya waktu,” ujarnya, Selasa 23 Juni 2026.
Ia menilai Kabupaten Sampang sebenarnya memiliki modal sumber daya manusia yang kuat untuk mengembangkan sektor kebudayaan. Tidak sedikit guru, akademisi, seniman, maupun tokoh masyarakat yang memiliki kapasitas di bidang sejarah dan budaya, tetapi belum banyak dilibatkan dalam program pelestarian daerah.
Menurut Bustomi, pemerintah daerah perlu membangun sistem pendataan terpadu yang melibatkan berbagai instansi, termasuk sektor pendidikan dan kebudayaan. Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menyusun program pelestarian, penelitian, hingga pengembangan wisata berbasis budaya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sejarah dan budaya merupakan identitas yang membedakan suatu daerah dengan daerah lainnya. Karena itu, pelestarian budaya harus menjadi bagian dari pembangunan jangka panjang, bukan hanya kegiatan seremonial yang dilakukan pada momentum tertentu.
“Kalau tidak mulai didata dan diwariskan sekarang, banyak pengetahuan lokal yang bisa hilang bersama para pelakunya. Padahal itu merupakan kekayaan intelektual masyarakat Sampang yang tidak ternilai,” katanya.
Bustomi berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menginventarisasi, mendokumentasikan, dan mengembangkan seluruh potensi budaya yang dimiliki.
"Dengan demikian, warisan sejarah dan budaya Sampang tidak hanya tetap terjaga, tetapi juga dapat menjadi sumber pembelajaran dan kebanggaan bagi generasi mendatang," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....