Bahasa Madura Kian Tergerus, Pelestarian Harus Dimulai dari Rumah

  • 19 Jun 2026 06:03 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang – Penggunaan Bahasa Madura di kalangan generasi muda dinilai terus mengalami penurunan dan kini berada pada kondisi yang memprihatinkan. Budayawan Sampang, R. Tumenggung Bustomi Irwan Kurniadi Jati Budoyo, bahkan menyebut penggunaan Bahasa Madura telah terkikis lebih dari 50 persen dibandingkan beberapa dekade lalu, terutama akibat perubahan pola komunikasi masyarakat yang semakin didominasi Bahasa Indonesia.

Menurut Bustomi, fenomena tersebut terlihat dari semakin jarangnya anak-anak menggunakan Bahasa Madura saat berkomunikasi dengan orang tua maupun anggota keluarga di lingkungan rumah. Berbagai sapaan dan kosakata khas Madura yang dahulu akrab digunakan dalam kehidupan sehari-hari kini mulai ditinggalkan dan digantikan istilah yang lebih umum dalam Bahasa Indonesia.

“Keberhasilan pelestarian bahasa daerah harus melibatkan tiga unsur utama, yakni keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat yang saling mendukung satu sama lain,” ujar Bustomi, Kamis 18 Juni 2026.

Ia menjelaskan keluarga memiliki peran paling penting dalam menjaga keberlangsungan Bahasa Madura karena bahasa ibu seharusnya dikenalkan sejak dini sebagai identitas budaya yang melekat pada setiap anak. Sementara itu, sekolah dan pemerintah diharapkan terus memperkuat pembelajaran Bahasa Madura melalui kurikulum dan kegiatan pendidikan yang berkelanjutan.

Menurutnya, hilangnya penggunaan bahasa daerah bukan sekadar persoalan perubahan cara berkomunikasi, tetapi juga berpotensi mengikis nilai-nilai budaya yang selama ini diwariskan dari generasi ke generasi. Bahasa, kata dia, merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah dan karakter suatu daerah.

Bustomi menegaskan upaya pelestarian Bahasa Madura tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat harus berjalan bersama untuk menumbuhkan kembali kebanggaan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika tidak segera dilakukan langkah pelestarian, maka generasi mendatang akan semakin jauh dari identitas budaya Madura,” katanya.

Di tengah derasnya arus modernisasi, tantangan menjaga Bahasa Madura memang semakin besar. Namun, bagi masyarakat Madura, mempertahankan bahasa daerah bukan hanya menjaga alat komunikasi, melainkan juga merawat warisan budaya yang menjadi jati diri dan kebanggaan daerah hingga masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....