Ini Perbedaan Musik Pesisir Madura Daul Combo dan Daul Dug-dug
- 29 Mar 2026 21:52 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Perayaan Lebaran Ketupat di Kabupaten Sampang berlangsung spektakuler dengan digelarnya Parade Daul Combodug. Istilah "Combodug" sendiri merupakan akronim dari dua jenis musik tradisional khas Sampang, yaitu Daul Combo dan Daul Dug-dug. Meski sekilas terlihat serupa, keduanya menggunakan kendaraan hias yang bergoyang layaknya kapal menerjang ombak, tetapi keduanya memiliki perbedaan filosofis dan teknis yang mencolok.
Kepala Disporabudpar Sampang, Marnilem, menjelaskan bahwa Daul Combo memiliki akar sejarah yang kuat dalam tradisi membangunkan sahur di masa lalu. Musik yang dibawakan cenderung autentik dengan sentuhan lagu-lagu dangdut klasik, seperti karya Rhoma Irama.
"Musik ini sangat autentik. Apa yang kita dengarkan di parade pada hari pertama adalah musik yang digunakan sejak dulu di Sampang untuk membangunkan sahur di kampung-kampung, kendaraan yang digunakan juga tidak ada pakem khusus, lebih kontemporer dengan kreatifitas yang lebih bebas menggambarkan ikon, objek hingga abstrak, kalau dulu awalnya menggunakan kendaran gerobak dan becak, saat ini sudah modifikasi lebih besar tetapi tetap dengan ornamen yang lebih bebas," tutur Marnilem, Minggu 29 Maret 2026.

Seniman sekaligus komposer dari grup Lanceng Juklanteng, Chaex Nagendra, menambahkan bahwa keunikan Daul Combo terletak pada tekstur suaranya.
“Daul Combo Sampang tidak mengedepankan dentuman keras, melainkan alunan yang "mendayu" namun tetap membangkitkan semangat untuk bergoyang, warna musiknya kental dengan nuansa dangdut. Berbeda dengan Daul Dug-dug yang suaranya lebih riuh dan bertenaga dengan dentuman yang dominan dengan pakem yang lebih mengarah pada musik patrol,” kata Chaex.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....