Syukur dalam Perbuatan: Nikmat Menjadi Manfaat bagi Sesama
- 05 Feb 2026 07:05 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Sampang - Syukur yang sejati harus mampu bertransformasi menjadi aksi nyata yang berdampak positif bagi lingkungan sosial. Dalam sebuah ulasan keagamaan, dijelaskan bahwa syukur dengan perbuatan berarti menggunakan seluruh nikmat Allah, seperti kesehatan, ilmu, dan harta, untuk jalan ketaatan.
Contoh nyatanya adalah menjaga pandangan mata dari maksiat, menggunakan lisan untuk berzikir, serta memanfaatkan waktu luang untuk amal saleh alih-alih terbuang sia-sia untuk hal yang tidak bermanfaat. Fenomena sosial juga menunjukkan perbedaan kontras antara pribadi yang dermawan dan yang kikir.
“Orang-orang yang gemar menginfakkan hartanya untuk kepentingan umat terbukti tidak pernah jatuh miskin, melainkan rezekinya kian bertambah dan hidupnya dipenuhi kebahagiaan serta penghormatan,” kata Fahrianto kepada RRI Sampang dalam sesi Mutiara Pagi, Kamis, 5 Februari 2026.
Sebaliknya, kekayaan yang didapat dari jalan yang tidak diridhai Allah, seperti riba atau judi, cenderung menyusut cepat dan mendatangkan kebencian dari sesama manusia di dunia maupun hukuman di akhirat. Implementasi syukur ini juga mencakup pengelolaan intelektual dan fisik, di mana ilmu yang dimiliki seharusnya diamalkan dan diajarkan tanpa rasa sombong.
Ketika seseorang diberikan nikmat kesehatan, bentuk syukurnya adalah dengan memperbanyak ibadah seperti shalat dan puasa. Dengan mewujudkan syukur melalui tindakan nyata, kehidupan bermasyarakat diharapkan menjadi lebih harmonis, penuh keberkahan, dan saling tolong-menolong dalam kebaikan.