Hakikat Syukur: Kunci Keberkahan dan Penambah Nikmat Allah

  • 05 Feb 2026 07:03 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Kajian Mutiara Pagi di RRI Sampang, Kamis, 5 Februari 2026, mengupas tuntas hakikat syukur yang sering kali disalahpahami oleh banyak manusia. Syukur ditegaskan bukan sekadar ucapan lisan, melainkan sebuah ibadah agung yang mencakup pengakuan hati dan manifestasi dalam perbuatan nyata.

Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Jrengik, Fahrianto menjelaskan kutipan pendapat Imam Ibnu Qayyim, syukur didefinisikan sebagai pengaruh nikmat Allah melalui pujian di lisan, rasa cinta di hati, serta ketaatan pada anggota badan.

Dalam kajian Mutiara Pagi tersebut, ditekankan pentingnya mengingat janji Allah dalam Al-Qur'an, khususnya Surah Ibrahim ayat 7.

“Ayat tersebut menjadi peringatan keras bahwa barangsiapa yang bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat-Nya, namun bagi mereka yang kufur, azab yang pedih telah menanti. Landasan teologis ini mengajak masyarakat untuk menyadari bahwa setiap kelebihan yang dimiliki adalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan melalui rasa terima kasih kepada Sang Pencipta,” ucapnya.

Ditekankan bahwa fondasi utama dari segala bentuk syukur adalah keyakinan hati bahwa seluruh nikmat berasal murni dari Allah, bukan semata-mata hasil usaha atau kepandaian manusia. Dengan menanamkan rasa syukur di hati, seorang hamba akan terhindar dari sifat sombong dan iri hati terhadap pencapaian orang lain.

“Pemahaman ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan menjadikan masyarakat sebagai pribadi yang lebih religius dan tawadhu,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita